Penyakit Kucing
Penyakit Kucing

Penyakit Kucing – Panduan Bagi Pemilik Kucing

Posted on

KucingMania.net – Sebagai pemilik kucing, mengenali penyakit kucing adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kucing tetap bahagia dan sehat. Kucing adalah mahluk hidup dan semua mahluk hidup pasti akan memiliki penyakit. Ada beberapa penyakit kucing mulai dari yang ringan hingga berat. Berikut adalah beberapa penyakit umum yang bisa diderita kucing dan informasi tentang jenis perawatan apa yang terbaik.

Penyakit Kucing

1. Pneumonitis

Pneumonitis adalah gejala flu yang bisa diderita oleh kucing. Penyakit kucing ini disebabkan oleh virus yang menyebabkan kucing mengalami flu dan sering meneteskan air liur. Penyakit ini bukan penyakit mematikan, tetapi akan membuat rasa sangat tidak nyaman bagi kucing dan pemiliknya. Dokter hewan akan meresepkan antihistamin dan beberapa antibiotik bersama dengan salep mata. Untuk melakukan pencegahan kucing sobat terkena penyakit ini, ada vaksin untuk itu mencegah terkena Pneumonitis.

2. Infeksi saluran kemih

Bahkan kucing bisa menderita infeksi saluran kencing, sistitis dan bahkan batu ginjal. Gejala-gejala infeksi saluran kemih ciri-cirinya mirip dengan yang menyerang manusia. Seperti sering kencing dan darah yang keluar di urin. Khusus pada kucing, ciri lain adalah kucing akan sering muntah, perutnya membengkak serta peka terhadap sentuhan. Penyakit ini perlu penanganan serius dengan dokter hewan.

3. Kelenjar Anal Bengkak

Jika sobat melihat kucing sering “meluncur” di lantai, itu bisa menjadi tanda ia mengalami masalah dengan bagian anal atau anusnya. Mungkin saja itu adalah gejala cacing pita atau bisa juga bengkak pada kelenjar anal yang terinfeksi. Kelenjar ini terletak di kedua sisi anus di bagian dalam. Penanganan masalah ini sangat memerlukan dokter hewan.

4. Sembelit

Sama seperti manusia, kucing juga bisa terkena sembelit. Pola makanan atau diet yang buruk serta bola bulu pada kucing dapat menyebabkan sembelit pada kucing sobat. Ciri-cirinya adalah kucing tidak buang air selama beberapa hari, tidak makan seperti biasanya dan perutnya membengkak.

5. Diare

Diare disebabkan oleh pola makan yang buruk, parasit, perubahan rutinitas yang mengganggu kucing atau beberapa virus di dalam usus. (Baca jugaKucing Diare: Tips dan Petunjuk Penanganan)

6. Muntah

Muntah pada kucing adalah hal yang wajar. Sebagian besar dikarenakan ia mengeluarkan bola bulu dari dalam perutnya. Namun jika ia terus-terusan muntah secara konsisten, bisa saja ia menderita cacingan, keracunan, atau masalah internal lainnya. Penanganan terbaik adalah segera menemui dokter hewan.

7. Tungau atau Kutu Telinga

Kutu telinga adalah kotoran kecil yang bisa masuk ke telinga kucing dan menyebabkan berbagai masalah. Jika dibiarkan, penyakit kucing ini bisa membuat kucing tersiksa. (Baca jugaKutu Kucing: Cara Mengatasinya)

8. Diabetes

Banyak kasus diabetes terjadi pada kucing. Hal ini berhubungan dengan hormon Insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas yang mengontrol aliran glukosa dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Jika kekurangan insulin, tubuh kucing mulai memecah lemak dan protein yang telah disimpan, agar dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Gejala yang harus diwaspadai adalah: nafsu makan besar, makan lebih banyak tetapi kehilangan berat badan, rasa haus berlebihan, dan sering buang air kecil.

Diabetes biasanya ditemukan pada kucing obesitas yang lebih tua dan lebih banyak ditemukan pada kucing jantan. Jika diabetes tidak dirawat maka pasti akan mengancam nyawa kucing. Dokter hewan akan menentukan jenis perawatan, perubahan yang diperlukan dalam diet kucing dan prosedur yang harus diikuti untuk membantu kucing menurunkan berat badan.

9. Cacing gelang dan cacing tambang

Cacingan adalah penyakit kucing yang paling umum. Seekor kucing betina bisa menularkan cacingan ini kepada anaknya. Cacing gelang adalah cacing panjang kurus dan biasanya bisa terlihat pada muntahan atau kotoran kucing. Penyebabnya adalah kucing biasanya sering bermain di tanah yang mengandung cacing ini. Dan ingat, cacing ini juga bisa menular kepada manusia. Tindakan terbaik adalah segera membawanya ke dokter hewan.

Selain itu, jika kucing sobat sekalian sudah positif terkena cacingan, segera buang dan bersihkan kotak pasirnya. Karena kemungkinan besar sudah terdapat cacing di pasir tersebut.

10. Cacing pita

Cacing pita terlihat seperti butiran beras yang sangat kecil dan tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan feses. Cacing pita tidak berbahaya bagi anak-anak atau orang dewasa dan dokter hewan akan meresepkan obat cacing untuk kucing sobat.

11. Kurap

Penyakit Kurap adalah infeksi kulit menular yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini dapat ditularkan ke manusia dan menyebabkan rasa sakit pada kulit. Awas jika ada anak-anak di sekitar kucing karena kurap bisa dengan mudah menular.

Penyakit Kucing
Kurap pada kucing

12. Bola Bulu, Bola Rambut atau Hairballs

Ini adalah penyakit kucing umum dan hampir semua kucing mengalaminya. Dan masalah ini adalah upaya kucing untuk mengeluarkan zat asing dari dalam tubuhnya. Kucing akan menelan sebagian rambut mereka dan kemudian akan memuntahkannya. Namun pada beberapa kasus, bola bulu ini akan membuat kucing menderita. Terkadang mereka tidak bisa mengeluarkannya dan bisa saja akan mengancam keselamatan mereka. Ada produk yang dibuat khusus untuk membantu menanganani masalah ini yaitu Petromalt atau Laxatone.

13. Infeksi Saluran Pernafasan Atas

Penyakit kucing ini sama seperti yang menyerang manusia. Hidung kucing akan berair, mata merah, demam, nafsu makan menurun dan bersin. Tidak seperti pilek, infeksi ini berbahaya dan dapat membunuh kucing. Dan penyakit kucing ini juga sangat menular, jadi jauhkan kucing sehat dari kucing yang sakit. Jika sobat melihat kucing peliharaan memiliki gejala yang tampak seperti diatas, segera hubungi dokter hewan sehingga kucing dapat segera mendapatkan perawatan. Kucing juga bisa diberikan vaksinasi untuk menjaga agar tidak terkena penyakit kucing ini.

14. Virus Leukemia

Virus Leukemia adalah retrovirus yang menekan sistem kekebalan tubuh kucing, membuat hewan peliharaan lebih rentan terhadap penyakit dan kanker lainnya. Virus ini menular, jadi jauhkan kucing sobat dari hewan yang tidak dikenal. Ada baiknya jika sobat baru saja membeli kucing untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter hewan.

15. Hipertiroidisme

Kucing yang berusia di atas 8 tahun sering menderita hipertiroidisme, yang dapat menyebabkan kehilangan berat badan, ketidaknyamanan perut, nafsu makan meningkat dan meningkatnya keinginan untuk kencing terus menerus. Penyakit kucing ini dapat diobati secara medis atau melalui operasi pengangkatan tiroid.

Diatas hanyalah beberapa penyakit umum yang dapat menyerang kucing. Jika kucing sobat sekalian mengalami gejala-gejala penyakit kucing yang sudah saya sebutkan diatas, hal terbaik yang bisa segera dilakukan adalah menghubungi dokter hewan. Dan jika sobat mempunyai kucing baru, ada baiknya kucing tersebut diperiksakan kesehatannya dan diberikan vaksin untuk mencegah terkena berbagai penyakit kucing yang membahayakan.

Gravatar Image
Tertarik menggeluti dunia kucing. Sementara ini masih memiliki dua peliharaan kucing berjenis Dome (kucing kampung) dan Mix. Menumpahkan rasa ketertarikan dengan kucing pada blog ini. Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi para penggemar kucing lainnya.

Silahkan Berkomentar