Mengobati Kucing Cacingan Secara Alami

Bagaimana cara mengobati kucing cacingan secara alami? Cacing adalah parasit yang biasa menyerang mahluk hidup. Kucing adalah salah satu korban yang kerap diserang. Selain menggunakan obat cacing, metode alternatif adalah dengan cara alami.

Cara mengobati kucing cacingan yang paling sering diketahui adalah dengan menggunakan obat cacing khusus kucing. Namun penggunaan obat ini terkadang bagi sebagian orang masih membuat bingung terutama dosis penggunaan dan juga usia kucing yang akan diobati.

Anak-anak kucing yang masih berada dibawah usia 2 bulan dan beratnya dibawah 1 kilogram masih belum memenuhi syarat untuk diberi obat cacing. Kucing hamil juga tidak diperbolehkan diberi obat cacing.

Namun bagaimana jika ada anak-anak kucing dengan usia dibawah dua bulan atau induk hamil namun mengalami cacingan? Alternatifnya adalah mengobatinya menggunakan ramuan bahan-bahan alami yang bisa ditemukan di sekitar lingkungan.

Cara mengobati kucing cacingan berikut ini secara umum aman diberikan kepada kucing berbagai usia. Ketika kucing kesayangan sobat sudah memperlihatkan ciri-ciri kucing cacingan dan ingin mengobatinya dengan cara alami, silahkan mencoba cara-cara berikut ini.

Cara Mengobati Kucing Cacingan Secara Alami

Daun Pepaya

Mengobati Kucing Cacingan Secara Alami
Daun pepaya untuk mengobati kucing cacingan

Untuk mengobati kucing cacingan secara alami, sobat bisa menggunakan ramuan daun pepaya. Caranya sangat mudah karena bahannya hanyalah daun pepaya. Caranya:

  1. Pilih daun pepaya yang sudah tua.
  2. Cuci bersih daunnya.
  3. Tumbuk daun pepaya (jangan terlalu lembut).
  4. Rebus daun pepaya dengan air secukupnya. Perkirakan saja jumlah airnya jangan sampai terlalu encer hasilnya. Hasil akhirnya harus kental.
  5. Pastikan merebus hingga benar-benar mendidih.
  6. Setelah merebus, biarkan dingin dulu.

Dosis pemberiannya:

  • Kitten dibawah dua bulan atau berat badan dibawah 1 kg: 1 sendok makan (15 cc atau 15 ml), 1 kali dalam sehari.
  • Kucing dewasa: 2 hingga 3 sendok makan (30 – 45 ml), 1 kali sehari.

Pengalaman pribadi: 1 kali pemberian, keesokan harinya cacing-cacing keluar baik melalui muntah atau keluar dari dubur.

Tips:

  • Jika sampai 3 kali pemberian (3 hari) tidak membuahkan hasil, hentikan pemberiannya.
  • Jika kesulitan memberikan ramuan melalui sendok, gunakan spuit (suntikan yang dilepas jarumnya) atau pipet.

Biji Labu

Mengobati Kucing Cacingan Secara Alami
Mengobati kucing cacingan secara alami dengan biji labu

Alternatif berikutnya bisa menggunakan biji labu. Caranya sangat-sangat mudah. Blender atau giling biji labu hingga lembut kemudian campurkan dalam makanannya. Berikan 1 kali saja dalam sehari. Jika dalam 3 hari tidak membuahkan hasil, hentikan pemberiannya.

Mengobati kucing cacingan menggunakan biji labu juga sudah pernah kami coba sendiri. Hasilnya juga luar biasa, cacing pita keok dengan ramuan ini.

Apakah Aman?

Apakah menggunakan ramuan alami diatas aman untuk kucing? Jika dilihat bahan-bahannya yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia, ramuan diatas sejauh ini aman untuk diberikan kepada kucing. Oleh karena itu diatas juga disebutkan hentikan jika dalam 3 hari tidak membuahkan hasil.

Cara mengobati kucing cacingan secara alami yang disebutkan diatas cocok untuk:

  • Anak-anak kucing.
  • Indukan menyusui.

Bagaimana jika sudah mencoba keduanya namun tidak membuahkan hasil?

  • Jika anak kucing masih berusia dibawah 3 bulan, tunggu usianya mencapai syarat yang sudah ideal untuk diberi obat cacing.
  • Jika kondisi parah, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter hewan.

Baca juga: Penyebab Kucing Kurus dan Bagaimana Menanganinya

Kesimpulan

Cara untuk mengobati kucing cacingan secara alami yang sudah kami sebutkan diatas sejauh ini masih dalam kategori aman. Kami sudah mencoba dua metode tersebut ke beberapa kucing dan hasilnya sangat memuaskan. Cacing-cacing yang bersarang di pencernaan kucing keluar semua dalam keadaan mati.

Catatan: Artikel ini hanya untuk informasi. Kunjungi dokter hewan untuk nasihat dan perawatan medis.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar