Kucing Sokoke: Kucing Hutan Langka Dari Kenya

Bagi kita yang mungkin kurang terlalu paham dengan penampilan dan jenis kucing, dengan melihat secara sekilas penampilan kucing Sokoke, mungkin kita bisa saja mengira kucing ini adalah kucing domestik biasa. Namun jangan salah ya sobat, kucing ini adalah salah satu jenis kucing yang langka lho.

Kucing Sokoke
Kucing Sokoke (@mypets.al)

Sekilas Tentang Kucing Sokoke

Berat TubuhJantan: 3 kg – 6 kg
Betina: 3 kg – 6 kg
Warna BuluCoklat, Hitam, Cream
Pola BuluMarble
Warna MataHijau
Rentang Usia12 – 15 Tahun
PerawatanRendah
KarakteristikSetia, Cerdas, Adaptif, Sosial, Aktif, Enerjik
PengakuanFIFe, TICA, CCA, ACF
HargaRp. 8.000.000 – Rp. 30.000.000

Mungkin sekilas bentuk fisiknya mirip dengan kucing domestik Indonesia (kucing kampung). Namun jika ditelisik lebih jauh, akan terlihat beberapa perbedaan baik bentuk fisik dan sejarahnya. Jika sobat ingin mengetahui informasi lebih lengkap mengenai kucing langka ini, artikel ini akan mengulas untuk Anda.

Sejarah

Mari kita memulai pembahasan tentang kucing ini dimulai dari sejarahnya. Nenek moyang kucing Sokoke pada awalnya ditemukan di Hutan Arabuko-Sokoke, Kenya. Mereka berkembang biak dan hidup secara alami di hutan tersebut.

Suku lokal menyebut kucing ini dengan nama “Kadzonzo” yang artinya adalah “terlihat seperti serat kayu”. Penyebutan ini dikarenakan motif bulu mereka memiliki pola “cincin” seperti bagian dari kulit pohon atau serat kayu. Mungkin disini kita mengenalnya seperti sebagai corak “marble“.

Namun sayangnya kucing ini sudah hampir punah di kehidupan alam liar. Berbagai permasalahan yang terjadi membuat kucing Sokoke liar semakin sedikit jumlahnya. Perluasan area perkebunan dan hunian manusia membuat habitat alami kucing ini hancur.

Kucing Sokoke
Corak indah kucing Sokoke (sumber)

Pada tahun 1978, Jeni Slater yang merupakan peternak kuda di kawasan kebun kelapa Watamu (Kenya) tanpa sengaja menemukan sepasang kucing domestik yang sangat asing baginya. Dia kemudian memelihara kucing ini. Kucing-kucing ini diperkirakan pergi dari habitat alaminya yang mulai hilang dan kemudian “terdampar” di wilayah peternakan Jeni. Ketika itu, kucing ini memiliki nama African Shorhair atau kucing bulu pendek Afrika.

Pada perkembangannya, pada tahun 1983, Gloria Moeldrop (kawan dari Jeni Slater) membawa sepasang kucing Sokoke ini ke Denmark untuk dikembang biakkan lebih serius. Bahkan pada tahun 1989, Gloria Moeldrop kembali mengimpor kucing ini dalam jumlah lebih banyak untuk dikembang biakkan lebih masif.

Pada tahun 1993, kucing ini mulai dikenalkan secara resmi kepada publik dengan nama “Sokoke”. Kucing ini kemudian juga didaftarkan ke TICA (Asosiasi Kucing Internasional) di Amerika. Selain itu Sokoke kemudian juga mendapatkan pengakuan secara resmi di GCCF (Governing Council of the Cat Fancy) Inggris dan CCA (Asosiasi Kucing Kanada)

Fisik

Seperti yang sudah disebutkan diatas, secara sekilas kucing ini memang seperti tidak ada bedanya dengan kucing domestik seperti contohnya di Indonesia.

Tubuh mereka cenderung ramping, berotot, atletis sehingga menjadikan mereka sebagai kucing yang memiliki kecepatan berlari cukup kencang. Kedua kaki belakang berukuran sedikit lebih panjang daripada kedua kaki depannya. Perbedaan panjang kaki ini membuat gaya berjalan mereka yang terlihat seperti berjinjit tentu berbeda dibandingkan kucing domestik lainnya.

Kucing Sokoke
Si cantik kucing Sokoke (sumber)

Bulu mereka pendek, tipis, berkilau, dengan warna cenderung kecoklatan menyerupai pohon. Ukuran kepala mereka kecil jika dibandingkan ukuran tubuhnya. Hidung panjang dan lurus, mata oval dan lebar berwana kuning atau hijau.

Kepribadian

Meskipun kucing ini habitat alaminya adalah hutan, namun proses domestikasi sudah dilakukan pada kucing ini. Sokoke adalah kucing keluarga. Kepribadian mereka adalah “terikat” dengan pemiliknya layaknya manusia dengan anjingnya.

Mereka juga kucing yang cukup cerdas sehingga bisa diajari beberapa trik, cocok dengan anak-anak dan memiliki sifat adaptasi yang sangat baik sehingga cocok jika dipelihara bersamaan dengan peliharaan lain seperti contohnya anjing.

Dan karena nenek moyangnya adalah kucing yang berasal dari hutan yang dipenuhi kehidupan liar, secara turun-temurun mereka memiliki naluri berburu yang sangat baik dan bahkan cenderung ganas ketika berburu.

Karena otot-otot mereka yang kuat serta tubuh yang atletis, mereka memiliki lompatan yang kuat sehingga daya lompatnya cukup jauh ketika menyergap mangsanya.

Karena dia gemar melompat dan naik ke permukaan tinggi, adalah hal biasa jika kucing ada kadang berada diatas lemari. Oleh karena itu disarankan memiliki media khusus untuk memenuhi hasrat “nongkrong” mereka diatas permukaan yang tinggi.

Kucing Sokoke
Dua kucing Sokoke sedang minum (sumber)

Sokoke juga sangat menyukai air. Mereka akan senang berenang jika ada kolam air atau bahkan bak mandi di rumah. Dan hati-hati jika ada kolam yang penuh dengan ikan, kucing ini tidak akan malu-malu untuk mencoba menangkan ikan-ikan tersebut untuk disantap.

Energi kucing Sokoke bisa dikatakan sangat besar dan tinggi. Oleh karena itu kucing ini tidak cocok jika hanya dikurung di dalam rumah. Akan lebih baik memiliki kondisi rumah dan lingkungan ideal seperti halaman yang luas sebagai tempat mereka beraktifitas.

Baca juga: Kucing Chausie: Energik dan Bertubuh Atletis

Kucing ini adalah kucing sosial. Oleh karena itu mereka tidak suka diabaikan dalam kesendirian. Pastikan ada teman untuknya bermain seperti kucing lain atau mungkin anjing di rumah.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Perawatan

Merawat kucing ini juga tidak sulit. Karena bulu-bulu mereka yang pendek, tidak ada perawatan khusus dalam merawat mereka. Cukup mandikan dan bersihkan tubuh mereka, potong kuku-kuku mereka ketika sudah panjang, rutin bersihkan telinga dan kotoran mata.

Kesehatan

Hingga artikel ini ditulis, belum ada informasi terkait gangguan kesehatan serius yang kerap menyerang kucing ini. Hal ini dikarenakan ras ini masih baru dan belum ada kucing Sokoke berusia lanjut dengan gangguan kesehatan akut.

Masalah kesehatan lain yang berpotensi menyerang kucing ini sama seperti kucing lain pada umumnya. Salah satunya adalah serangan virus yang beberapa diantaranya berpotensi mengancam nyawanya. Untuk mencegahnya dibutuhkan pemberian vaksin secara rutin.

Rentang Umur

Dengan perawatan yang tepat dan juga kondisi kesehatan yang selalu terjaga dengan baik, umur kucing Sokoke berkisar antara 12 hingga 15 tahun.

Adopsi

Untuk mengadopsi kucing ini di Indonesia membutuhkan usaha yang terjal. Untuk mendapatkan ras Sokoke yang murni, sobat harus mendapatkanya dari breeder resmi bersertifikat. Sejauh ini belum ada informasi akurat apakah ada breeder resmi Sokoke di Indonesia.

Harga Kucing Sokoke

Harga kucing Sokoke saat ini berkisar antara Rp. 8.000.000 hingga Rp. 30.000.000 tergantung pada usia dan kualitasnya. Dan harga tersebut masih belum termasuk biaya lain seperti biaya impor.

Hal Penting

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius sangat dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi.

Baca juga: Jenis-jenis Kucing Peliharaan yang Populer dan Favorit

Serta pastikan kucing yang dibeli juga mendapatkan sertifikat atau Ped (Pedigree) yang diterbitkan oleh organisasi kucing agar mendapatkan jaminan kemurnian ras kucing yang sobat adopsi.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar