Kucing Singapura: Kecil, Lincah dan Atletis

Kucing Singapura adalah kucing dengan ukuran tubuh yang kecil dan mungil. Kucing ini adalah salah satu jenis kucing mini yang ada di dunia ini. Sesuai dengan namanya, kucing ini berasal dari Singapura. Jika sobat penggemar kucing imut, kucing Singapura bisa menjadi pilihan Anda.

Kucing Singapura
Kucing Singapura (sakura Ishihara)

Dibalik tubuhnya yang mungil, kucing Singapura memiliki mata bulat besar dan ekspresif. Selain itu kepribadiannya sangat manis sehingga sangat ideal untuk dijadikan sebagai kucing peliharaan di tengah keluarga. Pada awalnya dikenal sebagai kucing jalanan di Singapura, saat ini kucing ini menjadi salah satu favorit peliharaan.

Sekilas Tentang Kucing Singapura

Berat TubuhJantan: 2.7 kg – 3.5 kg
Betina: 1.8 kg – 2.5 kg
Warna BuluSepia Agouti
Pola BuluBerdetak (Tick)
Warna MataKuning, Hijau, Hazel
Rentang Usia11 – 15 Tahun
PerawatanRendah
KarakteristikManja, Aktif, Sosial, Penyayang, Adaptif
PengakuanCFA, TICA, AACE, ACFA, CAA, CCA, AFC
HargaRp. 18.500.000 – Rp. 47.000.000

Mungkin sobat penasaran seperti apakah kucing Singapura ini? Kucingmania akan mengulas karakteristik dan profilnya secara lengkap khusus untuk Anda para pecinta kucing.

Sejarah

Pada tahun 1975, dua orang asal Amerika yaitu Hal dan Tommy Meadow yang sedang bekerja di Singapura kembali ke negara asalnya dengan membawa 3 kucing lokal Singapura. Kucing lokal ini digambarkan memiliki warna kecoklatan dengan pola centang. Tiga kucing yang dibawa ke Amerika ini dua berjenis kelamin betina dan satu jantan.

Kucing Singapura
Kucing Singapura (Katalay Net)

Hal dan Tommy Meadow kemudian mengembang biakkan kucing-kucing ini dan berhasil mendapatkan sejumlah keturunan kucing dalam jumlah yang banyak. Pada tahun 1979, kucing ini diberi nama Singapura dan didaftarkan sebagai jenis baru ke TICA. Dilanjutkan pada tahun 1982 kucing Singapura didaftarkan ke CFA dan memperoleh pengakuan pada tahun 1988.

Kontroversi

Kontroversi muncul dalam perjalanan perkembangan kucing Singapura. Pada tahun 1987, seorang peternak kucing asal Amerika yaitu Jerry Mayes melakukan kunjungan ke Singapura dalam rangka mencari kucing.

Jerry Mayes kemudian menemukan sebuah dokumen yang menyatakan bahwa kucing Singapura asalnya berasal dari Amerika yang dibawa ke Singapura pada tahun 1974. Hal ini sementara mementahkan klaim bahwa kucing ini adalah kucing asli Singapura.

Ketika dibawa dari Amerika menuju Singapura, dokumen perjalanan kucing ini menyebutkan bahwa jenis kucing ini adalah Abyssinian. Fakta lain menyebutkan bahwa Hal dan Tommy Meadow adalah peternak kucing Abyssinian, Siam dan Burma.

Keraguan muncul akan kemurnian ras kucing Singapura. Jerry Mayes mencurigai bahwa sebenarnya kucing Singapura adalah hasil perkawinan silang antara kucing Burma dan Abyssinian.

Jerry membandingkan dengan beberapa peternak kucing lain yang juga pernah melakukan persilangan antara jenis Burma dan Abyssinian dimana hasilnya memang identik dengan kucing yang diklaim berasal dari Singapura oleh Hal dan Tommy Meadow.

Jerry bersama perkumpulan penggemar kucing ras Singapura melaporkan temuan ini ke CFA dan meminta untuk dilakukan investigasi. Karena CFA sudah menerima dan mengakui jenis kucing Singapura, maka CFA merasa bertanggung jawab dan kemudian melakukan investigasi secara resmi.

Dalam proses investigasi, Hal Meadow mengakui jika dia membawa kucing lokal Amerika ke Singapura pada tahun 1971. Kucing yang dibawa dari Amerika ini kemudian berkembang biak dengan kucing lokal Singapura dan beranak pinak hingga empat generasi.

Pada anak generasi ke empat itulah yang kemudian dibawa kembali ke Amerika dan diklaim sebagai kucing Singapura. CFA tidak menemukan kesalahan karena bagaimanapun juga hasil invetigasi membuktikan bahwa kucing-kucing ini memang kawin dengan kucing lokal Singapura.

Kucing Singapura
Kucing Singapura (cheesewz)

Perkembangan berikutnya muncul pada tahun 2007 ketika sebuah tes DNA dilakukan kepada kucing Singapura. Hasil tes membuktikan bahwa kucing Singapura memiliki darah dari kucing Burma. Hal ini menunjukkan bahwa ras kucing Singapura bukanlah ras murni.

Setelah berbagai kontrovesi tentang kucing ini, pada akhirnya Singapura tetap mengakui dan menganggap kucing ini sebagai harta nasional negara Singapura dan menjadikan mereka sebagai maskot pariwisata.

Karakteristik

Kucing Singapura adalah jenis kucing yang ramah dan sosial. Mereka tidak terikat kepada satu orang saja. Mereka akan mencintai orang yang merawat dirinya dengan baik. Rasa cintanya akan ditunjukkan dengan menghabiskan waktu santai dengan duduk di pangkuan manusia favoritnya.

Sebagai kucing yang sosial, mereka juga sangat terbuka menyambut kunjungan orang asing, cocok dengan anak-anak kecil dan tidak masalah hidup berdampingan dengan hewan peliharaan lain meski beda jenis seperti anjing. Kucing ini juga adaptif. Cepat beradaptasi di lingkungan dan kebiasaan baru.

Memiliki tingkat aktifitas tinggi. Sangat suka bermain terutama mengejar obyek yang bergerak. Tubuhnya kecilnya membuat kucing ini sangat lincah. Mereka akan berlarian kesana kemari, memanjat kemanapun yang mereka suka. Sifat anak kucing akan terbawa hingga usia dewasanya.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Fisik

Tubuhnya kecil hingga sedang, tulang cukup tebal dan berotot, leher pendek dan tebal. Kepala ukurannya proposional dengan ukuran tubuhnya. Telinga cukup besar dan lebar. Mata besar, terbuka lebar dan bentuknya seperti almond. Warna mata kucing Singapura kuning, hijau dan hazel.

Ekor ramping dengan ujung tumpul, bulu pendek dan halus ketika dibelai. Warna bulu hanya satu yaitu sepia agouti (coklat tua berdetak di atas warna dasar gading tua). Apa yang dimaksud pola “berdetak”? Setiap helai bulunya memiliki bagian warna gelap dan terang yang bergantian.

Kesehatan

Kucing Singapura diketahui memiliki beberapa masalah dengan kesehatan dan kondisi fisiknya. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang kerap ditemukan di kucing Singapura:

  • Defisiensi piruvat kinase: Suatu kondisi dimana penyakit yang diturunkan dari enzim piruvat kinase (enzim yang digunakan oleh sel darah merah). Tanpa enzim tersebut, sel darah merah mudah rusak. Hal tersebut menyebabkan anemia hemolitik.
  • Inersia uteri: Kelainan atau ketidakmampuan melakukan pembukaan serviks atau mendorong janin keluar.

Masalah kesehatan lain sama seperti yang dialami kucing pada umumnya. Penyakit seperti demam, pilek dan yang paling berbahaya adalah serangan virus pada kucing. Calicivirus adalah salah satu yang harus diwaspada karena menyebabkan kucing mengalami kesakitan.

Baca juga: Jenis Kucing Kaki Pendek yang Menggemaskan

Distemper kucing juga sangat berbahaya karena berpotensi mengancam nyawa kucing. Untuk mencegah serangan virus, berikan vaksin secara rutin kepada kucing.

Perawatan

Merawat kucing Singapura sangat mudah. Perawatan bulu yang diberikan hanyalah rutin menyisir atau menyikat dengan sikat lembut untuk mengangkat bulu-bulu mati. Tidak perlu terlalu sering dimandikan. Mandikan ketika tubuhnya sudah kotor.

Kucing Singapura
Kucing Singapura (Jon Galione)

Bersihkan giginya dengan rutin menggosok gigi dengan sikat dan pasta khusus kucing. Pembersihan gigi untuk menghindari beberapa masalah seperti penyakit periodontal pada kucing. Bersihkan kotoran telinga secara rutin agar tidak terjadi penumpukan kotoran.

Rentang Usia

Dengan kondisi kesehatan yang selalu terjaga dengan baik dan perawatan yang tepat, usia kucing Singapura berkisar antara 11 hingga 15 tahun.

Adopsi

Harga Kucing Singapura

Berapa harga kucing Singapura? Untuk mengadopsi kucing ini membutuhkan biaya yang tinggi. Harga kucing Singapura berkisar antara Rp. 18.500.000 hingga Rp. 47.000.000 tergantung usia dan kualitasnya. Dan harga tersebut belum termasuk biaya tambahan seperti biaya impor.

Hal Penting

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius sangat dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi.

Baca juga: Kucing Lykoi: Unik Menyerupai “Werewolf”

Serta pastikan kucing yang dibeli juga mendapatkan sertifikat atau Ped (Pedigree) yang diterbitkan oleh organisasi kucing agar mendapatkan jaminan kemurnian ras kucing yang sobat adopsi.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar