Kucing Siam: Si Manis dan Cerewet yang Populer

Kucing Siam adalah kucing dengan penampilan yang manis, suka mengobrol, manja, penuh kasih sayang dan wajahnya seolah-olah memakai topeng. Apakah dia akan berangkat menuju pesta topeng sungguhan?

Wajah gelapnya adalah salah satu penampilan khas kucing ini. Ras ini adalah salah satu jenis kucing yang paling populer di dunia ini termasuk di Indonesia. Jumlahnya banyak tersebar di seluruh penjuru dunia baik sebagai kucing peliharaan dan juga bahkan bernasib sebagai kucing liar di jalanan.

Kucing Siam
Kucing Siam (-vikki)

Sekilas Tentang Kucing Siam

Berat Tubuh4 kg – 5 kg
Warna BuluCokelat, Seal, Ungu, Biru, Merah (Oranye), Krim
Pola BuluPoint
Warna MataBiru
Rentang Usia8 – 12 Tahun
PerawatanRendah
KarakteristikManja, Vokal, Penyayang, Aktif, Sosial, Pencari Perhatian
PengakuanTICA, ACF, ACFA, CAA, CCA, AFC
HargaRp. 500.000 – Rp. 16.000.000

Seperti apakah profil Siam yang berasal dari Thailand ini? Kami akan mengulas informasi tentang kucing Siam ini secara lengkap khusus bagi Anda para pecinta kucing.

Sejarah

Kucing Siam adalah salah satu ras kucing domestik tertua. Mereka diketahui berasal dari masa Thailand kuno yaitu Siam. Ada beberapa bukti gambaran sejarah Thailand yang menggambarkan kehidupan masa lalu kucing ini.

Siam dulunya diketahui sebagai kucing peliharaan keluarga kerajaan. Kucing ini hidup di area kerajaan dan juga kuil-kuil Buddha. Bahkan kucing ini juga hidup sebagai penjaga dokumen-dokumen dan barang berharga kerajaan serta kuil Buddha. Mereka juga dianggap sebagai hewan suci.

Pada sekitar tahun 1800-an, diketahui beberapa kucing Siam dibawa ke Inggris. Pada tahun 1871, kucing Siam unjuk bagian dalam pertunjukkan kucing modern yang diadakan di The Crystal Palace di Sydenham, London.

Namun sayangnya kucing ini mendapatkan citra yang negatif akibat pemberitaan media yang menggambarkan kucing ini sebagai jenis kucing yang tidak wajar dan sebuah mimpi buruk. Hal ini diakibatkan kucing Siam yang ditampilkan ketika itu memiliki mata juling dan ekor yang bengkok.

Diluar pemberitaan buruk tersebut, penampilan kucing Siam mengundang rasa ketertarikan para penggemar kucing dan tentu saja para peternak kucing di Inggris.

Sebuah catatan sejarah lain yang bisa dibuktikan secara valid menuliskan bahwa pada tahun 1878, seorang diplomat Amerika Serika yaitu David B. Sickels yang ditempatkan di Thailand mengirimkan seekor kucing Siam kepada ibu negara Lucy Hayes.

Kucing Siam
Sepasang Kucing Siam yang mempesona (Guido T)

Inilah kucing Siam pertama yang masuk Amerika Serikat dan langsung tinggal di Gedung Putih. David B. Sickels juga mengirimkan sepucuk surat untuk Lucy Hayes yang mengatakan bahwa dia memberanikan diri mengirim salah satu spesimen kucing terbaik yang dia dapatkan di Thailand.

Setelah itu kucing Siam mulai tampil di Amerika Utara dimulai pada tahun 1900-an. Penampilannya mendapatkan sambutan dan antusiasme tinggi dari para pecinta kucing.

Sejak saat itulah kucing Siam mulai dikenal dan menjadi cikal bakal pengembangan jenis kucing yang berasal dari Siam seperti Balinese, Himalaya, Ocicat, Burma, Tonkin, dan Oriental (Oriental Shorthair dan Oriental Longhair).

Kepribadian

Siam adalah salah satu jenis kucing paling vokal (baca: berisik). Mereka tidak segan akan menyuarakan perasaan dan berusaha keras membangun komunikasi dengan siapa saja yang ada di sekitarnya terutama pemiliknya. Terutama dengan hal yang menyangkut rayuan meminta makanan.

Siam juga dikenal sebagai kucing yang sangat sayang dan berorientasi dengan pemiliknya dan orang-orang yang memberinya kasih sayang. Manja dan selalu menuntut untuk diperhatikan, aktif, suka bermain, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin selalu terlibat dengan aktifitas yang kita lakukan.

Kucing bertipe sosial, tidak suka kesendirian dan memiliki tingkat adaptasi yang sangat baik. Mereka cocok dengan siapa saja bahkan terhadap orang asing. Tidak masalah hidup dengan hewan peliharaan lain seperti anjing.

Kucing Siam
Sepasang Anak Kucing Siam yang menggemaskan (Guido T)

Kucing ini juga kurang suka ditinggal dalam jangka waktu yang lama. Cenderung stres jika sering diabaikan. Disarankan memberikan teman sesama kucing atau anjing sebagai partner jika pemiliknya sering pergi dalam jangka waktu lama.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Fisik

Ukuran tubuh kucing Siam sedang memanjang. Tulang-tulang tidak terlalu besar namun memiliki otot yang kokoh. Ukuran kepala proposional dengan besar tubuhnya. Hidung panjang dan lurus serta moncongnya panjang berbentuk baji.

Siam adalah kucing bertelinga lebar dengan daun telinga besar, ujung runcing dan lebar di pangkal. Mata berukuran sedang berbentuk almond dengan warna mata berwarna biru. Kaki panjangnya proposional dengan bentuk tubuh, bentuk kaki ramping, dua kaki belakang lebih panjang daripada dua kaki depannya. Dua kaki depannya masing-masing memiliki lima jari dan dua kaki belakang masing-masing memiliki empat jari.

Ekor panjang, tipis, dengan ujung meruncing. Bulu pendek, halus dan mengkilat (glossy). Warna bulu coklat, krim, seal point, dan blue point.

Baca juga: Kucing American Wirehair: Unik dan Berwatak Lembut

Perawatan

Kucing Siam tidak memerlukan perawatan khusus yang rumit. Mereka adalah jenis yang mudah dirawat. Bulu pendeknya hanya perlu disisir atau disikat setidak sekali dalam seminggu untuk membantu membersihkan bulu-bulu mati.

Perawatan lain yang diperlukan seperti rutin membersihkan mata, memotong kuku, menggosok gigi dan pembersihan telinga. Telinga perlu diperhatikan terutama untuk menghindari penumpukan kotoran yang bisa memicu serangan parasit seperti kutu telinga.

Kesehatan

Kucing Siam memiliki beberapa permasalahan kesehatan yang diwariskan turun-temurun. Beberapa masalah kesehatan yang kerap ditemui di kucing Siam adalah:

  • Mata juling.
  • Masalah pernafasan.
  • Batu kandung kemih.
  • Glaukoma.
  • Atropi progresif retina.
  • Stenosis aorta.
Kucing Siam
Mata juling kucing Siam (Laura Brito)

Namun tidak semua kucing Siam akan selalu terkena penyakit atau gangguan kesehatan diatas. Beberapa jenis Siam dilaporkan sehat dan tidak mewarisi beberapa gangguan kesehatan yang sudah disebutkan diatas.

Rentang Usia

Kucing Siam memiliki rentang hidup antara 8 hingga 12 tahun dan bisa lebih. Untuk meningkatkan peluang hidupnya agar lebih lama, perawatan yang tepat dan memberikan perhatian kesehatan sangat dibutuhkan kucing ini.

Baca juga: Kucing Abyssinian: Ras Kuno Bertubuh Atletis

Pemberian vaksinasi rutin, memperhatikan asupan makanan, gizi dan nutrisi yang baik serta kunjungan rutin ke dokter hewan untuk memantau kondisi sangat disarankan.

Adopsi

Kucing ini mudah untuk diadopsi karena jumlahnya yang sangat banyak. Mereka mudah ditemukan di berbagai pasar jual beli kucing dan tentu saja di breeder kucing. Di Indonesia sendiri kucing ini salah satu kucing yang sangat mudah ditemukan. Bahkan beberapa kali didapati kucing Siam yang berkeliaran di beberapa sudut jalanan.

Harga Kucing Siam

Harga kucing Siam sangat bervariasi. Mulai dari yang murah hingga harga yang mahal. Dengan merogoh kocek antara Rp. 500.000 hingga yang berharga Rp. 16.000.000 juga ada. Yang membedakan nantinya adalah usia dan kualitasnya. Bahkan terkadang ada juga adopsi gratis kucing jenis Siam di grup-grup pecinta kucing jika sobat beruntung.

Hal Penting

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius sangat dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi.

Baca juga: 17 Jenis Kucing Langka di Dunia, No 14 Paling Manis

Serta pastikan kucing yang dibeli juga mendapatkan sertifikat atau Ped (Pedigree) yang diterbitkan oleh organisasi kucing agar mendapatkan jaminan kemurnian ras kucing yang sobat adopsi.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar