Kucing Seychellois: Si Mata Biru yang Mempesona

Nama kucing Seychellois mungkin terdengar asing bagi sebagian dari kita. Kucing ini memang termasuk langka karena jumlahnya yang tidak terlalu banyak. Namun jika melihat penampilannya, kucing ini memiliki pola dan warna seperti kucing Siam namun memiliki tubuh ramping serta kepala “tipis” dan lonjong.

Kucing Seychellois
Kucing Seychellois (Robert Urbaniak)

Kucing Seychellois ada karena campur tangan manusia. Kucing ini adalah hasil beberapa kali percobaan kawin silang antara kucing Siam, Persia, dan Oriental Shorthair. Kucing yang berasal dari Inggris ini awalnya dibiakkan karena terinspirasi oleh penampilan kucing lokal yang ada di Kepulauan Seychelles, Madagaskar.

Sekilas Tentang Kucing Seychellois

Berat Tubuh4 kg – 6 kg
Warna BuluCoklat, Cream, Putih, Seal
Pola BuluPoint, Van, Tabby
Warna MataBiru
Rentang Usia12 – 15 Tahun
PerawatanRendah – Sedang
KarakteristikCerdas, Lincah, Vokal, Sosial, Ramah
PengakuanFIFe
HargaRp. 2.000.000 – Rp. 6.000.000

Seperti apakah karakter dan profil lengkap kucing Seychellois ini? Kucingmania akan mengulasnya khusus untuk Anda para pecinta kucing.

Sejarah

Sejarah kucing dimulai pada awal kemunculannya pada tahun 1980-an di Inggris. Orang yang pertama kali membiakkan jenis ras kucing Seychellois adalah seorang peternak kucing bernama Patricia Turner. Patricia adalah pemiliki peternakan kucing bernama Scintilia Cattery.

Pada mulanya Patricia Turner tanpa sengaja membaca sebuah artikel tentang kucing yang ada di Kepulauan Seychelles, Madagaskar. Kucing yang tidak diketahui jenisnya ini penampilannya menarik minat Patricia.

Terinspirasi oleh kucing yang dilihatnya tersebut, Patricia Turner kemudian melakukan beberapa percobaan kawin silang antara jenis kucing Siam, Oriental dan Persia warna putih dan tortie. Setelah beberapa kali usaha, akhirnya Patricia Turner berhasil mendapatkan anak-anak kucing yang menyerupai kucing idamannya.

Kucing Seychellois
Kucing Seychellois (Joaquin Pueche)

Namun perkembangan kucing Seychellois ketika itu sangat lambat karena proses pembiakannya yang sulit sehingga jumlahnya tidak banyak dan tidak terlalu banyak peminatnya. Hingga saat ini kucing Seychellois masih diakui oleh satu organisasi kucing Fédération Internationale Féline (FIFe) pada tahun 2005.

Karakter

Mewarisi gen kucing Siam, kucing Seychellois juga mewarisi sifat Siam yang vokal. Kucing ini sangat manja, berorientasi kepada pemiliknya, setia dan penuntut perhatian. Cocok bagi orang yang memiliki waktu untuk memberikannya banyak perhatian.

Termasuk kucing yang sosial dan adaptif. Seychellois mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan baru serta cocok bersanding dengan hewan peliharaan lain seperti anjing. Kucing ini juga akan menerima kehadiran anak-anak kecil.

Kucing Seychellois
Kucing Seychellois (Ana Lukascuk)

Kucing yang cukup aktif. Mereka suka bermain-main terutama dengan pemiliknya. Ketika saat bersantai, Seychellois akan sangat menyukai duduk di pangkuan pemiliknya dan sangat suka berada dalam gendongan. Ketika pemiliknya tidur pun kucing ini akan ikut menemani.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Fisik

Kucing Seychellois berukuran sedang. Tubuhnya ramping, berotot dan terlihat atletis. Kepalanya berbentuk baji, leher ramping dan panjang. Telinganya besar dan lebar dengan ujung telinga membulat. Matanya berbentuk almond dan miring ke arah hidung. Matanya berwarna biru.

Warna dan pola bulu kucing Seychellois dibedakan menjadi 3 tipe pola:

  1. Septieme: putih dengan warna gelap pada bagian kepala, ekor, tungkai dan badan.
  2. Huitieme: putih dengan warna gelap pada bagian kepala, ekor, dan kaki.
  3. Neuvieme: putih dengan warna gelap pada bagian kepala dan ekor.

Kesehatan

Secara umum Seychellois adalah jenis kucing yang sehat karena tidak membawa gen penyakit kucing turunan dari para generasi awalnya. Namun kucing ini beberapa diantaranya memiliki mata juling yang diturunkan dari kucing Siam.

Kucing Seychellois
Kucing Seychellois (Lady Bird)

Masalah kesehatan lain sama seperti yang dialami kucing lain pada umumnya. Salah satu gangguan kesehatan yang harus diwaspadai adalah serangan virus. Beberapa virus yang menyerang kucing berpotensi mengancam nyawanya. Tindakan pencegahan terbaik adalah rutin memberikan vaksin.

Perawatan

Perawatan kucing Seychellois secara umum mudah karena tidak memerlukan perlakuan khusus. Sisir dan sikat bulu-bulunya setidaknya dua kali dalam seminggu atau ketika bermanjaan berdua bersamanya. Penyisiran yang rutin akan membantu mengangkat bulu-bulu mati.

Baca juga: 10 Jenis Kucing Bermata Biru yang Mempesona

Perawatan lain yang perlu dilakukan adalah rutin membersihkan atau menggosok giginya. Perawatan gigi sangat penting karena kucing bisa terkena masalah gigi seperti penyakit periodontal. Perhatikan juga kebersihan telinganya dengan rutin membersihkan kotoran. Pembersihan kotoran telinga secara rutin untuk menghindari penumpukan kotoran yang memicu masalah telinga seperti serangan parasit.

Rentang Usia

Dengan perawatan yang tepat dan kondisi kesehatan yang selalu terjaga dengan baik, harapan hidup kucing Seychellois berkisar antara 12 hingga 15 tahun.

Adopsi

Harga Kucing Seychellois

Untuk mengadopsi kucing Seychellois, sobat membutuhkan biaya antara Rp. 2.000.000 hingga Rp. 6.000.000. Namun perlu diketahui jika biaya tersebut belum termasuk biaya tambahan lain seperti biaya impor.

Hal Penting

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius sangat dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi.

Baca juga: Kucing Balinese: Anggun Layaknya Penari Bali

Serta pastikan kucing yang dibeli juga mendapatkan sertifikat atau Ped (Pedigree) yang diterbitkan oleh organisasi kucing agar mendapatkan jaminan kemurnian ras kucing yang sobat adopsi.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar