Kucing Persia: Manis, Elegan dan Menawan

Kucing Persia adalah salah satu jenis kucing yang paling populer di dunia ini terutama di Indonesia. Daya tarik yang membuatnya dicintai banyak kalangan adalah bulu panjang lebat, hidung pesek yang unik, ekspresi wajah yang menggemaskan dan memiliki kepribadian yang manis.

Kucing Persia
Kucing Persia

Sekilas Tentang Kucing Persia

Berat Tubuh3 kg – 7 kg
Warna BuluPutih, Merah, Cream, Hitam, Biru, Coklat, Lilac, Perak, Emas, Cameo, Tortoiseshell, Biru-krem, Coklat, Calico
Pola BuluSolid, Bicolor, Calico, Tabby, Smoke, Shaded, Points
Warna MataOdd-eye, Biru, Hijau, Emas, Oranye, Kuning, Tembaga
Rentang Usia10 – 17 Tahun
PerawatanSedang – Tinggi
KarakteristikLembut, Penyayang, Tenang, Aktif, Adaptif, Sosial
PengakuanCFA, FIFe, TICA, WCF, FFE, ACF, ACFA, CAA, CCA-AFC, GCCF, LOOF
HargaRp. 300.000 – Rp. 10.000.000

Kucing ini sangat mudah ditemukan di berbagai belahan penjuru dunia. Namun sudah tahukah Anda segalanya tentang kucing Persia yang “glamor” ini? Kami akan mengulasnya untuk Anda para pemuja kucing.

Sejarah

Kucing Persia sudah menjadi favorit peliharaan manusia sejak masa lampau. Mereka mulai dikenal dan menonjol sejak tahun 1871. Namun nenek moyang kucing Persia ini yaitu kucing-kucing berbulu panjang mulai diketahui pada tahun 1500-an.

Pada mulanya bangsa Romawi, pada pedagang dari bangsa Fenisia dan juga pedagang dari Persia (yang saat ini dikenal sebagai Iran) membawa kucing-kucing berbulu panjang nan indah dalam perjalanan mereka.

Dalam sebuah catatan sejarah kuno, ada salah seorang pedagang atau musafir yang berasal dari Italia yaitu Pietro della Valle (1586–1652) berkeliling Eropa dengan membawa kucing jenis Persia pada tahun 1600-an. Kucing yang dibawa oleh Pietro della Valle digambarkan memiliku bulu berwarna abu-abu dengan bulu panjang yang halus dan terlihat berkilau.

Dalam catatan ini juga disebutkan bahwa Pietro della Valle membawa kucing ini dari sebuah provinsi di Persia yang bernama Khorasan Raya.

Beberapa catatan sejarah lain juga menuliskan bahwa beberapa pelancong atau pedagang membawa dua jenis kucing yaitu Persia dan Turkish Angora dalam perjalanan mereka. Para pedagang ini membawa kucing-kucing ini masuk Prancis. Setelah dari Prancis, para pedagang-pedagang ini membawa kucing-kucing ini menuju Inggris.

Kucing Persia
Kucing Persia (Richard Schmidt)

Kehadiran dua jenis kucing ini dengan cepat mampu membuat para pecinta kucing di Inggris jatuh hati. Orang-orang Inggris pada mulanya tertarik pada Angora karena bulu putih bersihnya. Namun beberapa orang menyukai jenis Persia dengan bulu tebal panjangnya. Dan sebagian besarnya lagi menyukai percampuran keduanya. Dan sejak itu juga dimulai di Inggris terjadi percampuran jenis antara Persia dan Angora.

Namun percampuran kedua jenis kucing ini membuat beberapa peternak kucing di Inggris merasa prihatin. Akhirnya kelompok peternak kucing yang prihatin ini mulai melakukan pembiakan selektif untuk tidak mencampurkan kedua jenis kucing ini.

Pada 1871 kerja keras para peternak kucing ini membuahkan hasil dengan adanya dua jenis kucing Persia dan Angora dengan darah murni. Penampilan dua jenis kucing ini pada akhirnya juga menampakkan perbedaan secara fisik. Persia dengan tubuh yang lebih kekar, berbulu panjang dan telinga kecil bulat. Sedangkan Angora dengan penampilan tubuh ramping dengan telinga panjang dan lancip.

Pada awal tahun 1900-an, kucing Persia murni mulai tampil di pertunjukan kucing. Mereka ditampilkan di pertunjukan kucing kalangan bangsawan atau kalangan kelas atas. Bahkan Ratu Victoria jatuh hati dengan penampilan kucing Persia ini ketika melihatnya langsung di pertunjukan kucing.

Seketika Persia menjadi kucing yang sangat populer di Inggris. Memiliki kucing ini ketika itu meningkatkan derajat dan status sebagai masyarakat “kelas atas”.

Kucing Persia mulai masuk ke Amerika pada tahun 1800-an. Kehadiran mereka di Amerika juga langsung membuat banyak orang jatuh hati. Popularitasnya memuncak dan mengalahkan popularitas kucing Maine Coon serta menjadi favorit bagi hampir semua kalangan untuk memeliharanya.

125 tahun lebih kucing ini menikmati popularitasnya. Hingga saat ini pun tidak bisa dibantah kucing Persia adalah salah satu jenis kucing paling populer di dunia.

Kepribadian

Kucing Persia adalah pribadi yang lembut dan manis. Jenis kucing yang lebih menyukai lingkungan tenang. Perlakuan yang layak akan mereka balas dengan penuh cinta dan kasih. Hari-hari mereka akan dilalui dengan kegiatan bersantai.

Namun mereka juga termasuk kucing yang aktif. Selain bersantai, aktifitas harian mereka juga akan diisi dengan kegiatan bermain, berlari kesana kemari. Namun mereka bukan pemanjat yang handal.

Termasuk jenis yang setia. Jika sobat mempeberikan perhatian dan cinta kasih yang mereka anggap layak, kucing Persia akan dengan senang hati membalasnya dengan kesetiaan dan cinta. Kucing ini juga suka bermanjaan dengan pemiliknya. Mereka suka berada dalam pangkuan dan tidur bersama pemiliknya.

Perubahan adalah salah satu hal yang kurang mereka sukai. Mereka suka rutinitas seperti jam makan yang rutin, waktu tidur yang rutin, dan suasana rumah yang selalu tenang. Segala perubahan yang mendadak cenderung akan membuat kucing ini “terpukul”.

Namun mereka termasuk kucing yang adaptif. Meski perubahan cenderung membuat mereka stres, namun perlahan mereka juga akan bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut. Selain itu kucing Persia juga mudah bergaul dengan kucing lain.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Fisik

Ukuran tubuh kucing Persia pada umumnya sedang, kokoh dan berotot. Kepala mereka bulat dan hidung datar. Telinga kecil hingga sedang dengan ujung membulat, pipi penuh. Kepala ditopang oleh leher yang pendek.

Mata besar dan bulat, beberapa warna matanya adalah coklat, kuning keemasan, tembaga dan hijau. Kaki pendek, tebal dan kuat dengan cakar berukuran cukup besar dan bulat. Ekornya tidak terlalu panjang tapi proposional dengan besar dan pang tubuhnya.

Kucing Persia
Dari kiri ke kanan: Persia MediumFlatnosePeaknose

Kucing Persia memiliki beberapa perbedaan pada segi wajahnya. Ada 3 jenis yang di Indonesia dikenal sebagai:

  1. Persia Peaknose: wajahnya paling datar dengan hidung paling “pesek”. Hidungnya posisi sejajar diantara kedua matanya.
  2. Persia Flatnose: permukaan wajah agak datar dengan hidung sedikit mungil namun tidak terlalu pesek.
  3. Persia Medium: hidung mungil, memiliki moncong namun tidak terlalu panjang.

Ketiga jenis diatas sama-sama memiliki bulu panjang, tebal, teksturnya halus dan lembut, sebagian nampak terlihat berkilau. Bulu leher (ruff) panjang, lebat dan lebih lembut.

Baca juga: Jenis-jenis Kucing Peliharaan yang Populer dan Favorit

Variasi warna bulunya sangat beragam seperti warna solid putih, lilac, biru, hitam, merah, krem, dan cokelat. Kemudian warna lain adalah calico (tiga warna) dan perpaduan dua warna (bicolor).

Kesehatan

Kucing Persia dikenal sebagai kucing yang memiliki beberapa gangguan kesehatan yang diwariskan secara turun temurun. Beberapa masalah kesehatan yang kerap ditemui pada kucing jenis Persia adalah:

  • Penyakit ginjal polikistik.
  • Kesulitan bernafas karena lubang hidung yang sempit.
  • Maloklusi gigi (gigi jarang-jarang atau tidak menyatu dengan baik).
  • Mata selalu berair.
  • Entropion (bulu mata yang tumbuh ke dalam bagian mata).
  • Seborrhea oleosa (kondisi kulit yang menyebabkan gatal, kemerahan, dan rambut rontok).

Masalah kesehatan lainnya sama seperti yang dialami kucing pada umumnya. Salah satu yang harus diwaspadai adalah serangan virus yang beberapa diantaranya berpotensi mengancam nyawa. Tindakan pencegahan terbaik adalah rutin memberikan vaksinasi.

Perawatan

Kucing Persia dikenal sebagai kucing yang harus mendapatkan perawatan khusus. Bulu-bulu panjangnya yang halus mudah sekali rontok. Perawatan rutin terhadap bulu-bulunya seperti penyisiran rutin sangat dibutuhkan untuk mengangkat bulu-bulu mati. Mandikan setidaknya 1 kali dalam sebulan.

Kucing Persia
Anak Kucing Persia (Andrés Montero Conde)

Selain itu pemberian asupan vitamin dan nutrisi untuk bulu sangat dianjurkan. Bulu kucing Persia mudah rontok dan patah. Pemberian vitamin dan nutrisi bulu adalah salah satu tindakan untuk mengurangi hal tersebut.

Baca juga: Cara Mengatasi Bulu Kucing yang Rontok

Perawatan lain yang diperlukan adalah rutin membersihkan kotoran di matanya. Jenis Persia Peaknose adalah yang paling perlu diperhatikan kebersihan matanya. Matanya akan sering mengeluarkan air, jika tidak rutin dibersihkan, dikhawatirkan akan terjadi air mata yang mengkristal dan meninggalkan jejak kotoran permanen.

Selain itu perhatikan juga giginya. Rajin membersihkan dan menggosok gigi kucing akan membantu menghindari penyakit periodontal. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kebersihan telinga. Bersihkan telinganya secara rutin agar kotoran dalam telinga tidak menumpuk dan untuk menghindari serangan parasit sepert kutu telinga.

Dan yang terakhir adalah jangan lupa memotong ujung kuku atau cakarnya secara rutin. Hal ini untuk menghindari hal-hal seperti cakaran yang tidak sengaja mengenai kita dan permukaan lain yang rawan.

Rentang Usia

Dengan kondisi kesehatan yang selalu terjaga dengan baik dan perawatan yang tepat, usia kucing Persia berkisar antara 10 hingga 17 tahun.

Adopsi

Mengadopsi kucing Persia sangat mudah dilakukan. Karena sangat “laris” dan populernya kucing ini, sobat dapat mengadopsinya dengan berbagai rentang harga yang murah hingga mahal.

Harga Kucing Persia

Berikut ini rentang harga kucing Persia:

  • Persia Medium: Rp. 300.000 hingga Rp. 1.000.000.
  • Persia Flatnose: Rp. 700.000 hingga Rp. 2.500.000.
  • Persia Peaknose: Rp. 1.500.000 hingga Rp. 10.000.000

Harga tergantung pada usia dan kualitas.

Baca juga: Kucing Persia Himalaya: Si Cantik nan Anggun

Hal Penting

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius mungkin dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi agar mudah dalam pertanggungjawaban.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar