Kucing Masuk Angin: Gejala dan Pengobatannya

Dengan bulunya yang cukup tebal, ternyata kucing bisa mengalami masuk angin. Ketika kucing masuk angin, beberapa gejala akan terlihat dengan jelas seperti bersin dan pilek. Sebenarnya sangat jarang kucing masuk angin. Namun ada beberapa perawatan dan pengobatan rumahan yang bisa kita berikan kepada kucing kesayangan kita yang sedang masuk angin.

Gejala dan Pengobatan Kucing Masuk Angin

Gejala Kucing Masuk Angin

Berikut ini gejala masuk angin yang biasanya ditemui pada kucing:

  1. Mata berair.
  2. Hidung meler.
  3. Demam.
  4. Bersin-bersin.
  5. Menurunnya nafsu makan dan minum.
  6. Lesu.
  7. Beberapa kucing mengalami kesulitan bernafas.
Kucing Masuk Angin
Salah satu ciri kucing masuk angin adalah pilek

Apa yang menyebabkan kucing mengalami masuk angin? Kucing bisa sebagaimana manusia juga bisa terkena penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Virus herpes kucing (yang dapat menyebabkan bisul mata) dan feline calicivirus (yang dapat menyebabkan borok mulut) bertanggung jawab atas 95 persen penyebab flu kucing.

Kucing juga sensitif terhadap perubahan, jadi jika kucing Anda merasa stres karena sesuatu hal seperti memulihkan diri dari operasi pengebiran atau pemandulan, perubahan suasana atau lingkungan tempat tinggal, sistem kekebalan tubuhnya mungkin melemah, yang dapat memicu masuk angin dan pilek.

Mencegah Kucing Masuk Angin

Bagaimana mencegah kucing mengalami masalah masuk angin? Berikut ini cara mencegah dan mengatasi kucing masuk angin:

  1. Vitamin C – memberikan 250 hingga 500 miligram vitamin C dua kali sehari dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh kucing sama seperti pada manusia. Sobat bisa menambahkan vitamin C pada makanan kucing sakit meski terkadang kucing bisa menolak makanan yang sudah dicampur dengan vitamin C.
  2. Cuka sari apel – Memberikan cuka ini dapat membantu membasakan PH tubuh kucing, yang mencegah kucing masuk angin dan patogen lainnya. Sobat bisa mencampur setengah sendok teh cuka sari apel ke dalam makanan atau minuman kucing cukup 1 kali dalam sehari.
  3. Lysine/Lisina – Sama seperti pada manusia, sekali kucing mengidap virus herpes, virus ini akan tetap berada di dalam sistem tubuhnya. Dokter hewan mungkin menyarankan lisin, asam amino esensial yang berfungsi menambah protein dan untuk membantu menghambat replikasi virus. Selain itu, memberikan Lysine yang dicampurkan pada pmakanan kucing dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko kucing masuk angin atau mengalami pilek.
  4. Berikan tempat yang hangat atau selimuti tubuhnya untuk menghangatkan tubuhnya.
  5. Hangatkan makanan basahnya.

Baca juga: Perubahan Kucing Setelah Dikebiri

Jika kucing masih mengalami masuk angin dalam jangka waktu lama, sudah saatnya membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak. Masalah kucing masuk angin ini bisa membuat kucing menderita karena jika terus dibiarkan maka tubuhnya akan lemah dan lemas.

Catatan: Artikel ini hanya untuk informasi. Kunjungi dokter hewan untuk nasihat dan perawatan medis.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar