Kucing Birman: Pesonanya Membuat Jatuh Hati

Kucing Birman bertubuh besar dan panjang serta memiliki mata biru yang menawan. Di negara asalnya, kucing ini adalah hewan yang dianggap suci dan memiliki legenda sendiri. Kucing yang rupawan ini adalah jenis kucing yang bisa menjadi dambaan para pecinta kucing.

Kucing Birman
Kucing Birman (Peter Bode Nielsen)

Sekilas Tentang Kucing Birman

Berat Tubuh4 kg – 7 kg
Warna BuluCoklat, Cream, Kayu Manis, Lilac, Biru, Merah, Seal
Pola BuluPoints, Mitted
Warna MataBiru
Rentang Usia13 – 15 Tahun
PerawatanRendah – Sedang
KarakteristikSosial, Adaptif, Setia, Penyayang, Tenang, Aktif
PengakuanTICA, FIFe, ACFA, CAA, GCCF, CCA, AFC, ACF
HargaRp. 6.000.000 – Rp. 14.000.000

Kucing bermata biru ini memiliki bulu panjang yang halus dan lembut. Dikenal sebagai kucing yang teritorial namun tidak memiliki sifat agresif. Seperti apakah karakter atau profil kucing Birman ini? Kucingmania akan mengulasnya secara lengkap.

Sejarah

Kucing Birman memiliki legenda di negara asalnya. Alkisah, pada jaman dulu di Burma (Myanmar) kucing-kucing dengan bulu putih bersih diketahui tinggal di kuil-kuil Buddha. Kucing-kucing ini adalah penjelmaan para biksu yang sudah meninggal. Jiwa para biksu ini berubah (transmutasi) menjadi kucing-kucing dengan bulu putih ini.

Dewi transmutasi bernama Tsun-Kyan-Kse ketika itu sangat dipuja. Dalam penggambarannya, Tsun-Kyan-Kse memiliki penampilan bertubuh emas dan bermata biru safir. Salah seorang biksu bernama Mun-Ha tinggal di kuil Lao-Tsun bersama 100 ekor kucing suci berwarna putih.

Pada suatu ketika, gerombolan perampok menyerang kuil Lao-Tsun dan melukai Mun-Ha. Ketika Mun-Ha dalam kondisi sekarat di depan patung Dewi Tsun-Kyan-Kse, salah satu kucing bernama Sinh menempelkan cakarnya diatas kepala Mun-Ha. Tubuh Sinh kemudian menyala dengan terang. Bulu-bulunya berubah menjadi warna emas dengan beberapa bagian tubuh seperti wajah, ekor dan kakinya berubah menjadi gelap.

Mata Sinh juga ikut berubah warna. Sebelumnya matanya berwarna kuning kemudian berubah berwarna biru seperti batu safir. Hanya bagian sekitar cakar tetap berwarna putih. Keesokan harinya, kucing-kucing lain yang berada di kuil Lao-Tsun mengalami perubahan yang sama. Tujuh hari kemudian, Sinh mati dan membawa roh Mun-Ha menuju surga.

Kucing Birman
Kucing Birman (Ramon Hermans)

Apakah legenda tersebut benar adanya? Yang jelas, kucing Birman sudah ada sejak saat itu di Burma.

Diluar legenda tersebut, dalam cerita sejarah versi nyata, pada tahun 1919 kuil Lao-Tsun diserang oleh para perampok, dua orang asing bernama Auguste Pavie dan Mayor Gordon Russell kemudian membantu para biksu untuk menghindari serangan tersebut. Para biksu berhasil kabur ke Tibet bersama dua orang asing tersebut. Dalam pelariannya, para biksu membawa beberapa kucing Birman.

Ketika Auguste Pavie dan Mayor Gordon Russell hendak kembali ke negara asal mereka yaitu Prancis, para biksu ini memberikan hadiah sepasang kucing Birman kepada mereka. Dua kucing ini kemudian beranak pinak dan menghasilkan beberapa keturunan. Pada tahun 1925, Prancis mengakui jenis kucing ini.

Namun sayang sekali Perang Dunia II melenyapkan hampir semua kucing Birman yang ada dan menyisakan satu ekor kucing saja yang diketahui hidup. Dengan kucing yang tersisa, program pelestarian kembali digalakkan para peternak kucing Prancis.

Proses pelestarian ini mengalami jalan yang terjal karena tidak adanya indukan yang dimiliki oleh para peternak. Menurut beberapa cerita yang berkembang, pada akhirnya para peternak mulai membangun jenis ini dengan menyilangkan kucing Siam, Persia dan kemungkinan Turkish Angora.

Hasil kerja keras para peternak ini mulai berhasil pada tahun 1955. Tahun ini jumlah populasi kucing Birman mulai banyak dan populer diantara para pecinta kucing.

Kucing ini kemudian masuk ke Amerika pada tahun 1959. Tahun 1960, sepasang kucing Birman diekspor ke Inggris. Para peternak Inggris kemudian memulai proses pengembang biakkan kucing ini. Hasilnya sangat banyak yang kemudian kucing-kucing ini diekspor ke beberapa negara.

Pengakuan jenis Birman dimulai pada tahun 1967. Organisasi pertama yang mengakuinya adalah Cat Fanciers’ Association (CFA).

Kepribadian

Kucing Birman adalah jenis kucing yang sangat sosial. Meskipun mereka dikenal sebagai kucing yang sangat teritorial, mereka mudah menerima siapa saja untuk berada di sekitar mereka. Kehadiran orang asing, kucing lain atau hewan jenis lain seperti anjing akan disambut dengan baik.

Kucing Birman
Anak Kucing Birman (Marko Rautavesi)

Kucing ini juga sangat manis, lembut dan juga dikenal sangat berorientasi kepada pemiliknya. Bukan tipe kucing yang vokal atau penuntut perhatian. Namun tentu mereka akan protes ketika mendapati kotak makanannya kosong.

Karakternya cenderung tenang namun mereka juga aktif ketika diajak bermain-main. Permainan interaktif seperti kejar sinar laser atau lempar bola bisa menjadi salah satu kegiatan favoritnya.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Fisik

Tubuh kucing Birman sedang, memanjang dengan tulang besar dan otot kekar. Kepala besarnya cukup dan seimbang dengan besar badannya. Telinganya sedang. Mata bulat ekspresif dengan warna mata biru safir yang menjadi salah satu ciri khas kucing ini.

Panjang kaki sedang dan berotot. Dua kaki depannya masing-masing memiliki lima jari. Dua kaki belakang masing-masing memiliki 4 jari. Warna bantalan kaki (paw) pink dan beberapa diantaranya memiliki bintik-bintik. Ekor panjang sedang dengan bulu panjang nampak seperti kemoceng.

Kucing Birman
Kucing Birman bermata biru safir (PsiFox)

Bulu-bulunya sedang (tidak pendek dan juga tidak panjang), halus dan lembut. Bulu bagian leher terlihat lebih tebal daripada bagian tubuh lainnya. Bulu kucing Birman hadir dalam warna coklat, lilac, kayu manis, krim, biru dan seal.

Kesehatan

Kucing Birman adalah kucing yang secara umum sehat. Tidak ada laporan kucing ini membawa penyakit turunan dari nenek moyangnya.

Baca juga: Jenis-jenis Kucing Peliharaan yang Populer dan Favorit

Masalah kesehatan lain sama seperti yang dialami kucing pada umumnya. Salah satu yang sering menyerang kucing adalah virus. Beberapa diantaranya berpotensi mengancam nyawa kucing seperti Distemper. Untuk mencegahnya dibutuhkan penyuntikan vaksinasi secara rutin.

Rentang Umur

Dengan kondisi kesehatan yang selalu terjaga dengan baik serta perawatan yang tepat, usia kucing Birman berkisar antara 13 hingga 15 tahun.

Adopsi

Harga Kucing Birman

Apakah sobat ingin mengadopsi kucing Birman yang menawan ini? Sebagai informasi, harga kucing Birman berkisar antara Rp. 6.000.000 hingga Rp. 14.000.000 masih belum termasuk biaya tambahan lain seperti biaya impor.

Hal Penting

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius sangat dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi.

Baca juga: Kucing British Shorthair: Si Bongsor Penuh Pesona

Serta pastikan kucing yang dibeli juga mendapatkan sertifikat atau Ped (Pedigree) yang diterbitkan oleh organisasi kucing agar mendapatkan jaminan kemurnian ras kucing yang sobat adopsi.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar