Kucing Bengal: Cerdas dan Berpenampilan Eksotis

Kucing Bengal memiliki penampilan layaknya kucing hutan yang liar atau bahkan seperti macan tutul. Penampilan luarnya yang liar hanyalah “topeng” yang menutupi sifatnya yang jinak seperti kucing domestik pada umumnya.

Kucing Bengal
Kucing Bengal (Tamás Ruzsovits)

Kucing ini terbentuk dengan adanya campur tangan manusia yang menyilangkan dua jenis kucing berbeda. Mereka adalah hasil persilangan antara kucing domestik (Felis silvestris catus) dan Macan Tutul Asia (Prionailurus bengalensis). Nama Bengal diambil dari nama ilmiah Macan Tutul Asia yaitu Prionailurus bengalensis.

Sekilas Tentang Kucing Bengal

Berat TubuhJantan: 4.5 kg – 6.8 kg
Betina: 3.6 kg – 5.5 kg
Warna BuluSnow, Silver, Coklat, Sepia, Seal, Hitam
Pola BuluBintik, Marble, Tabby, Point, Lynx
Warna MataHijau, Emas, Biru
Rentang Usia12 – 16 Tahun
PerawatanRendah – Sedang
KarakteristikAktif, Enerjik, Setia, Cerdas, Sosial
PengakuanCFA, FIFe, TICA, WCF, ACF, ACFA, CAA, CCA, AFC, GCCF, NZCF
HargaRp. 5.000.000 – Rp. 75.000.000

Kucing ini juga masuk dalam jajaran kucing termahal di dunia. Seperti apa karakter dan juga profil lengkap kucing Bengal ini? Kucingmania akan mengulasnya dengan lengkap berikut ini.

Sejarah

Sejarah kucing Bengal dimulai pada tahun 1960-an. Seorang peternak bernama Jean Mill ketika itu mengadopsi seekor macan tutul Asia berjenis kelamin betina. Pada masa itu, hewan seperti macan tutul Asia dengan mudah bisa dimiliki dengan syarat yang mudah.

Setelah beberapa tahun memelihara macan tutul Asia ini, Jean Mill berencana ingin memberinya teman agar tidak kesepian. Jean Mill mengadopsi kucing domestik jantan bulu pendek untuk menemani. Tanpa disangka, di tahun 1965, kedua jenis kucing yang berbeda ini kawin dan kemudian menghasilkan beberapa bayi kucing.

Namun sayang hanya 1 anak kucing dengan jenis kelamin betina yang berhasil bertahan hidup dan tumbuh dengan sehat. Anak kucing ini kemudian diberi nama Kin-Kin.

Terpesona dengan penampilan Kin-Kin yang berbeda, Jean Mill kemudian membawanya ke Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Cornell di Ithaca, New York, untuk berkonsultasi terkait jenis kucing hibrid ini. Para ahli memberi tahu Jean Mill ada kemungkin Kin-Kin adalah kucing yang mandul (akibat perkawinan silang ini).

Kucing Bengal
Kucing Bengal (Neil Barnett)

Namun tanpa disangka lagi, Kin-Kin kemudian hamil setelah dikawin oleh bapaknya sendiri dan kemudian menghasilkan dua bayi kucing. Penampilan dua bayi kucing ini terlihat eksotis dan mempesona.

Menyadari potensi ini, Jean Mill kemudian secara serius mengembang biakkan keturunan Kin-Kin. Namun ternyata hasilnya tidak semulus harapannya. Generasi awal keturunan Kin-Kin (F1 atau yang berdarah dekat dengan induknya) memiliki sifat yang cenderung liar (mewarisi sifat macan tutul Asia).

Jean Mill tidak menyerah. Pada generasi ke 4 (F4) dan seterusnya, barulah sifat-sifat jinak kucing domestik mulai muncul. Namun tidak berarti usaha mengembang biakkan keturunan Kin-Kin berjalan mulus.

Hambatan lain yang membuat keturunan berikutnya berjalan lambat adalah kemandulan. Keturunan jantannya (F2) terlahir dalam keadaan mandul. Generasi jantan F3 juga memiliki kemungkinan 50 % mengalami kemandulan. Peluang untuk menghasilkan keturunan hanya bisa didapatkan dari jantan F1 atau F4.

Popularitas dan jumlah kucing Bengal mulai dikenal banyak dimulai pada tahun 1985. Ketika itu sudah banyak generasi kucing Bengal yang tidak mengalami kemandulan dan menjadi cikal bakal Bengal masa kini.

Pengakuan terhadap jenis Bengal dimulai pada tahun 1983. Organisasi pertama yang mengakuinya adalah The International Cat Association (TICA) dengan status sementara. Butuh bertahun-tahun bagi kucing Bengal untuk mendapatkan pengakuan secara penuh dari TICA yaitu pada tahun 1991.

Hingga saat ini kucing Bengal sudah mendapatkan pengakuan dari beberapa organisasi seperti American Cat Fanciers Association (ACFA) dan Canadian Cat Association (CCA).

Kepribadian

Kucing yang enerjik dan memiliki tingkat aktifitas tinggi. Dengan perawatan penuh kasih sayang, kucing ini akan membalasnya dengan kasih sayang dan kesetiaan. Kucing ini akan sangat berorientasi kepada orang-orang yang memperlakukannya dengan baik.

Tingkat aktifitasnya yang tinggi harus diimbangi dengan lingkungan yang mendukung. Kucing ini tidak cocok jika hanya diperlihara dalam kandang terus menerus. Mereka sangat suka memanjat dan bermain dengan air.

Kucing Bengal
Anak Kucing Bengal (Katri)

Ingatannya sangat tajam sehingga menjadikannya salah satu kucing dengan kecerdasan kucing yang sangat baik. Mereka cepat belajar ketika kita mengajarkan perintah dan trik tertentu. Kucing ini juga memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.

Akan sangat ideal jika kondisi rumah memiliki rumah pohon khusus kucing dan kolam dengan air yang mengalir. Hal ini seolah-olah membuat kucing Bengal serasa hidup di kondisi alam yang natural.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Fisik

Ukuran tubuh kucing Bengal sedang hingga besar. Tubuhnya atletis dan berotot (terutama kucing Bengal jantan). Ukuran kepalanya sedang, proposional dengan besar tubuhnya. Telinganya melebar dengan bagian ujungnya membulat. Mata oval dan besar.

Kaki-kakinya berukuran sedang dan berotot. Kedua kaki belakangnya sedikit lebih panjang daripada kedua kaki depannya. Panjang ekor proposional dengan panjang tubuhnya, ekor tebal dan ujung meruncing.

Baca juga: 18 Jenis Kucing Langka di Dunia, No 14 Paling Manis

Bulu pendek, tebal, padat, halus dan lembut. Pola berbintik atau marble. Beberapa variasi warna kucing Bengal adalah seal silver lynx point, brown tabby, seal sepia tabby, seal mink tabby, seal lynx point, black silver tabby, seal silver sepia tabby dan seal silver mink tabby.

Kesehatan

Secara umum kucing ini sehat karena tidak membawa gen penyakit keturunan. Namun beberapa kucing Bengal dilaporkan mengalami beberapa masalah berikut:

  • Atrofi retina progresif (masalah mata).
  • Kardiomiopati hipertrofi (penebalan otot jantung).
  • Cedera Patela (cedera tempurung lutut).
  • Displasia pangkal paha (perkembangan tidak normal dari persendian pangkal paha).
  • Sindrom anak kucing berdada rata.
  • Neuropati distal (kelainan saraf).

Namun tidak semua kucing mengalami salah satu atau semua masalah diatas. Oleh karena itu sangat penting memastikan kondisi kesehatannya ketika mengadopsi kucing Bengal.

Kucing Bengal
Kucing Bengal (Sumber gambar Elena Borisova dari Pixabay)

Masalah gangguan kesehatan lain sama seperti yang dialami kucing pada umumnya. Yang paling umum adalah flu, diare dan lainnya. Yang paling berbahaya adalah serangan virus yang beberapa diantaranya berpotensi membahayakan jiwa seperti Distemper kucing. Untuk mencegah serangan virus, disarankan memberikan suntikan vaksinasi rutin.

Kucing Bengal adalah hewan yang memiliki nafsu makan tinggi. Perhatikan pola makannya agar kucing terhindar dari masalah seperti obesitas dan diabetes.

Perawatan

Merawat kucing Bengal tidak sulit. Hal yang perlu Anda lakukan adalah merawat gigi-giginya tetap bersih agar terhindar dari penyakit periodontal pada kucing. Menggosok giginya secara rutin sangat disarankan.

Hal lain adalah rutin menyikat dan menyisir bulu-bulunya setidaknya dua kali dalam seminggu. Bersihkan juga kotoran mata, memotong kuku atau cakar dan yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan telinga.

Baca juga: Panduan Dasar Cara Merawat Kucing Bengal

Bersihkan kotoran dalam telinganya secara rutin agar tidak terjadi penumpukan kotoran untuk menghindari masalah telinga lebih lanjut seperti infeksi telinga atau serangan parasit kutu telinga.

Rentang Usia

Dengan perawatan yang tepat serta kondisi kesehatan yang selalu terjaga dengan baik, rentang usianya berkisar antara 12 hingga 16 tahun.

Adopsi

Kucing Bengal adalah salah satu jenis ras kucing yang populer di dunia khususnya di Indonesia. Untuk mengadopsi kucing ini juga sangat mudah. Berikut beberapa informasi terkait harganya.

Harga Kucing Bengal

Harga kucing ini berkisar antara Rp. 5.000.000 hingga Rp. 75.000.000 tergantung usia, kemurnian dan kualitasnya.

Hal Penting

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius sangat dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi.

Baca juga: Kucing Siberian: Rupawan dan Penuh Cinta

Serta pastikan kucing yang dibeli juga mendapatkan sertifikat atau Ped (Pedigree) yang diterbitkan oleh organisasi kucing agar mendapatkan jaminan kemurnian ras kucing yang sobat adopsi.

Bagikan di:

Tinggalkan komentar