Kucing Batu: Harga dan Karakteristik

Kucing Batu juga dikenal sebagai kucing marmer, kucing marbled, adalah kucing langka yang saat ini terancam punah. Seperti apa karakteristik kucing liar ini?

Kucing Batu (Pardofelis marmorata) adalah kucing liar yang hidup di hutan dan saat ini statusnya sangat langka. Perburuan liar dan habitat yang semakin tergerus adalah beberapa faktor yang membuat populasinya makin sedikit.

Kucing Batu
Kucing Batu (shutterstock)

Sekilas penampilannya mirip dengan Macan dahan (Neofelis nebulosa), karena keduanya memiliki pola marmer yang khas pada bulunya, dengan kombinasi bercak gelap besar berbentuk tidak beraturan, serta dilapisi dengan warna hitam.

Sekilas Tentang Kucing Batu

Nama lainKucing Marbled, Kucing Marmer
Nama ilmiahPardofelis marmorata
UkuranKecil – menengah
Berat badan2 kg hingga 5 kg
Panjang tubuh45 hingga 62 cm dan panjang ekor 35 hingga 55 cm
StatusTerancam punah

Seperti apakah karakteristik dan profil lengkap kucing batu yang penampilannya sangat mempesona ini? Berikut ini gambaran lengkapnya.

Karakteristik Kucing Batu

Penampilan Fisik

Bulu kucing batu sangat tebal dan lembut dengan bulu bawah yang berkembang dengan baik. Warna latar belakang kucing batu adalah abu-abu kecoklatan hingga coklat kemerahan.

Bagian sisi tubuh dan punggungnya berpola dengan bercak coklat sampai kemerahan besar berbentuk tidak beraturan yang dilapisi dengan warna hitam. Bintik-bintik besar memudar menjadi bintik-bintik gelap kecil pada bagian kaki, ekor dan sampai ke atas kepala.

Karakteristik Kucing Batu
Karakteristik Kucing Batu (catsg.org)

Bagian bawah dan proksimal kaki bagian dalam berwarna pucat. Dua garis hitam membentang dari sudut dalam mata ke belakang di atas ubun-ubun dan turun ke leher. Bagian belakang telinga bulat pendek berwarna hitam dengan garis abu-abu.

Kakinya relatif pendek dengan bantalan kaki yang lebar. Ekornya memiliki bulu yang lebat dan berukuran sangat panjang (bahkan melebihi panjang kepala dan tubuh) dengan ujungnya berwarna hitam dengan bercak kusam di bagian bawahnya.

Perilaku

Sangat sedikit yang diketahui tentang kebiasaan kucing ini. Namun, diyakini kucing ini termasuk nokturnal dan lebih arboreal dalam kebiasaannya.

Dikenal sebagai pemanjat yang sangat baik, kucing ini mampu memanjat pohon yang sangat tinggi. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di pepohonan.

Makanan

Kucing ini diketahui berburu dan memangsa burung, tupai pohon, kelelawar buah, hewan pengerat (seperti tikus dan mencit), dan mungkin juga serangga, ikan, reptil (misalnya kadal) dan amfibi (misalnya katak).

Ada juga beberapa contoh kucing batu yang terdokumentasi memangsa spesies primata. Di Sumatera, kucing ini beberapa kali dilaporkan kadang-kadang memangsa unggas.

Reproduksi

Pada penelitian yang dilakukan terhadap kucing batu di penangkaran, kucing ini rata-rata melahirkan satu hingga empat anak kucing dengan masa kehamilan sekitar 66-81 hari. Berat badan saat lahir adalah 100 – 115 gram.

Ketika lahir daun telinga anak kucing menutup dan akan mulai terbuka pada usia lima hari, dan mata mereka terbuka pada 14 hari. Kematangan seksual dicapai pada usia sekitar 21-22 bulan.

Suara mereka pada dasarnya mirip dengan kucing domestik meskipun meong menyerupai panggilan burung berkicau dan mereka jarang mendengkur (purring).

Rentang Usia

Kucing yang hidup di penangkaran dilaporkan mampu bertahan hidup hingga 12 tahun. Dengan habitat yang baik, di alam liar usia kucing ini diperkiran hidup antara 8 – 15 tahun.

Habitat

Penyebaran habitat kucing batu terletak di seluruh wilayah India utara, Nepal, Sikkim, Assam, dan selatan melalui Myanmar, Laos, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.

Kucing batu kerap ditemukan di kawan hutan tropis dan sangat menghindari wilayah yang berdekatan dengan manusia. Ada juga pengamatan spesies di kawasan hutan sekunder, area yang dibuka atau perkebunan pertanian, dan di ketinggian yang lebih rendah.

Di Kalimantan, seekor kucing diamati di hutan terpencil yang telah ditebang enam tahun sebelumnya. Di Sumatera, spesies ini telah direkam dengan kamera jebakan yang terletak di fragmen yang sangat kecil dari sisa hutan dalam lanskap perkebunan kopi, serta di hutan sekunder dan primer dataran rendah.

Status Ancaman

Kucing batu masuk dalam daftar merah IUCN karena populasinya yang terus merosot. Ancaman utamanya adalah habitatnya yang terus tergerus karena penggundulan hutan untuk lahan pertanian dan pemukiman manusia.

Harga Kucing Batu
Harga Kucing Batu (catsg.org)

Wilayah Asia Tenggara memiliki salah satu tingkat deforestasi tertinggi dan tercepat terutama karena penebangan dan konversi hutan untuk pemukiman manusia, pertanian, kelapa sawit, kopi, karet dan perkebunan lainnya. Kucing ini tampaknya peka terhadap perubahan dan gangguan yang disebabkan oleh manusia.

Di beberapa wilayah, kucing ini diburu untuk dimanfaatkan kulit, bulu dan dagingnya. Di Lembah Ziro, Arunachal Pradesh, India, penduduk desa setempat memburu kucing batu untuk dikonsumsi, komersial, atau obat-obatan.

Di beberapa daerah di India yang lainnya, kucing ini juga diburu oleh beberapa kelompok suku untuk dikonsumsi dagingnya dan untuk ritual.

Daging dan kulit kucing batu juga digunakan untuk tujuan pengobatan oleh suku Dayak Seberuang di desa Tempunak, Kalimantan, Indonesia.

Spesies ini juga dikonsumsi oleh suku Dayak Jelai Hulu Embulu Lima di desa Mekar Utama, Kalimantan, dan juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan oleh suku Dayak Kanayant di desa Temahar, Kalimantan, Indonesia.

Spesies ini juga diburu dan diperdagangkan di North Zamari Key Biodiversity Area, Myanmar.

Adopsi

Karena ini termasuk kucing yang langka dengan populasi yang terbatas, tentu saja untuk mengadopsi kucing batu membutuhkan upaya yang sulit. Belum diketahui dengan pasti apakah memelihara kucing ini di Indonesia diperbolehkan atau tidak.

Harga Kucing Batu

Di pasaran gelap, harga kucing batu berkisar antara Rp. 50.000.000 hingga Rp. 60.000.000 tergantung usia dan jenis kelaminnya.

Baca juga:

Kesimpulan

Dengan penampilannya yang sangat menarik, kucing ini tentu saja adalah kucing yang sangat menawan. Namun secara naluriah, kucing ini adalah kucing yang sangat liar dan menghindari konfrontasi dengan manusia.

Jika sobat ingin memelihara kucing batu, sangat disarankan untuk lebih memilih kucing domestik lain yang tentu saja jinak dan cocok hidup berdampingan dengan manusia.

Berikut ini beberapa jenis kucing domestik dengan penampilan yang menyerupai kucing batu yang bisa menjadi pilihan masuk akal daripada memelihara kucing liar yang habitat alaminya adalah hutan.

Kucing Bengal
Kucing Bengal
Kucing Savannah
Kucing Savannah
Kucing Toyger
Kucing Toyger
Kucing Serengeti
Kucing Serengeti

Kredit sumber gambar: catsg.org dan shutterstock.

Kurang lebih 20 tahun berkutat dengan dunia kucing. Mengabdikan sebagian hidupnya melayani 5 ekor kucing peliharaan. Senang mempelajari perilaku kucing dan membagikan pengetahuan tentang kucing dengan para pecinta kucing.

Tinggalkan komentar