Kucing Abyssinian: Harga, Karakteristik dan Perawatan

Artikel ini mengulas tentang kucing Abyssinian yang keren. Seperti apakah karakteristik, cara perawatan, harga, dan informasi penting lain.

Tubuh ramping dan atletis, dia adalah pelari yang handal. Inilah kucing Abyssinian yang memiliki telinga lebar serta penampilannya sangat mengagumkan.

Kucing Abyssinian
Kucing Abyssinian (kredit gambar: uzhursky / istockphoto)

Kucing Abyssinian adalah salah satu ras kucing kuno dan diperkirakan sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Kucing dengan telinga lebar ini adalah salah satu jenis kucing yang kerap menjadi idaman untuk dipelihara karena penampilannya yang menarik.

Sekilas Tentang Kucing Abyssinian

Berat Tubuh4 kg – 5 kg
Warna BuluMerah, Biru, Coklat Tua, Kayu Manis
Pola BuluTicked
Warna MataEmas, Kuning, Hijau
Rentang Usia9 – 13 Tahun
PerawatanRendah
KarakteristikAktif, Enerjik, Sosial, Adaptif, Penuntut Perhatian, Cerdas
PengakuanCFA, FIFe, TICA, ACF, CCA, AFC
HargaRp. 17.000.000 – Rp. 32.000.000

Seperti apakah profil kucing yang bertubuh atletis dan ramping ini? Artikel ini akan mengulasnya dengan lengkap khusus untuk sobat pecinta kucing.

Sejarah

Kucing Abyssinian adalah ras kuno yang memiliki sejarah panjang. Tidak ada bukti sejarah yang menyatakan pada tahun berapa kucing ini mulai muncul dan dikenal di dunia ini.

Beberapa orang pada jaman dahulu menyimpulkan jika kucing ini berasal dari Abyssinia yang sekarang dikenal sebagai Ethiopia.

Sebuah studi genetik terbaru memberikan gambaran bahwa nenek moyang kucing ini berasal dari Samudra Hindia dan kawasan Asia Tenggara.

Namun ada sebelah kisah yang menceritakan bahwa kucing Abyssinian sebenarnya ada keturunan kucing suci yang disembah oleh masyarakat Mesir kuno yang berada di Lembah Nil (kurang lebih 6000 tahun yang lalu).

Pada tahun 1860, seekor kucing dibawa oleh Lord Robert Napier ke Inggris setelah berakhirnya Perang Abyssinian. Ciri fisik kucing ini menggambarkan bahwa kucing yang bernama Zulu ini berjenis Abyssinian.

Namun ketika itu memang masih belum ada nama spesifik terkait jenis kucing tersebut sehingga hingga saat ini masih terjadi perdebatan apakah memang Zulu adalah jenis Abyssinian.

Kucing Abyssinian
Anak Kucing Abyssinian (kredit gambar: Seregraff / istockphoto)

Zulu seolah menjadi cikal bakal yang menjadi awal pengembangan jenis Abyssinian. Namun sayangnya Perang Dunia II merusak proses pembiakan tersebut. Setelah perang berakhir, proses pengembang biakan kembali dilakukan lebih serius untuk melestarikan jenisnya.

Namun sayangnya sekali lagi kendala muncul. Pada akhir tahun 1960, ketika itu beberapa ekor Abyssinian yang berhasil diternakkan di Inggris diserang oleh penyakit Feline Leukemia Virus (FLV) dan hampir menghancurkan ras ini.

Baca juga:

Kepribadian

Kucing Abyssinian adalah kucing yang sangat aktif karena energi mereka tinggi. Mereka sangat suka bermain, berlarian kesana kemari, memanjat dan melompat serta tentu saja bermain-main dengan pemiliknya.

Kucing ini bukan tipe kucing yang suka duduk di pangkuan pemiliknya. Namun mereka akan lebih menikmati waktu dengan duduk atau tiduran di sebelah pemiliknya.

Meski tidak suka dipangku, bukan berarti mereka bukan kucing yang cuek. Secara umum Abyssinian adalah kucing yang sosial. Mereka setia, ramah dan sayang kepada pemiliknya. Selain itu kucing ini juga tidak suka diabaikan. Mereka akan menuntut perhatian dengan sangat serius.

Jika sobat sering bepergian atau bekerja seharian, kucing ini akan stres jika ditinggal sendirian terlalu sering. Jadi akan lebih ideal jika memiliki peliharaan lain baik sesama kucing atau jenis lain seperti anjing sebagai teman bermainnya di rumah.

Kucing ini juga dikenal sebagai salah satu kucing yang cerdas. Mereka bisa dilatih untuk mempelajari trik-trik sederhana dan juga untuk mematuhi beberapa perintah yang kita berikan. Selain itu, Abyssinian adalah kucing yang tenang atau bukan tipe “berisik”.

Catatan: kepribadian masing-masing kucing bisa berbeda. Namun kepribadian ini sudah mendarah daging dan tertanam dalam DNA mereka. Jadi bisa saja sifat kucing satu dengan lainnya akan berbeda.

Ciri-ciri Kucing Abyssinian

Kucing Abyssinian
Ciri-ciri Kucing Abyssinian (kredit gambar: cynoclub / istockphoto)

Tubuhnya berukuran sedang, panjang dan lentur. Terlihat ramping dan atletis serta otot-ototnya terbentuk sangat baik sehingga mereka akan nampak kekar. Kepala memiliki ukuran proposional dengan besar tubuhnya, moncong tidak lancip.

Telinga besar, cukup lebar, posisi waspada, ujung agak runcing. Mata besar berbentuk almond dan ekspresif. Tampil dalam beberapa warna mata seperti hijau dan emas.

Kaki berotot dan panjang proposional dengan panjang tubuh. Cakarnya kecil dan kompak. Dua kaki depan masing-masing memiliki lima jari sedangkan dua kaki belakang masing-masing memiliki empat jari.

Ekornya tebal terutama bagian pangkalnya, panjang dengan ujung meruncing. Bulu pendek, halus, padat ketika dipegang dan berkilau. Bulu kucing Abyssinian didominasi warna coklat kekuningan.

Perawatan

Kucing Abyssinian sangat mudah dirawat. Bulu-bulu pendeknya tidak memerlukan perhatian ekstra dalam membersihkan. Cukup sikat dan sisir bulu-bulunya setidaknya dua kali dalam seminggu untuk membersihkan kotoran dan mengangkat bulu-bulu mati.

Perawatan standar lain yang dibutuhkan seperti menyikat gigi, memotong kuku, pembersihan mata dan yang terpenting adalah rutin membersihkan telinga.

Telinga perlu menjadi perhatian kebersihan untuk mengantisipasi terjadi penumpukan kotoran pada bagian dalamnya. Serta untuk menangkal serangan parasit seperti kutu telinga.

Kesehatan

Kucing Abyssinian memiliki gangguan kesehatan turun-temurun yaitu Defisiensi piruvat kinase. Yaitu sebuah kondisi yang dapat memicu Anemia. Untuk mengetahui apakah kucing Abyssinian menderita gangguan bawaan ini, diperlukan sebuah tes khusus.

Selain itu masalah lain yang kerap menyerang kucing ini adalah masalah mata yang disebut Atrofi retina progresif. Masalah ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kebutaan pada mata kucing.

Untuk menjaga kesehatannya, disarankan selalu memberi asupan gizi dan nutrisi yang baik. Selain itu pemberian vaksinasi juga sangat dianjurkan agar kucing terhindar dari serangan virus yang beberapa diantara berpotensi mematikan.

Rentang Usia

Dengan kondisi kesehatan yang baik, usia kucing Abyssinian bisa mencapai 13 tahun (bahkan lebih). Tentu sebagai pemilik kucing ini ingin memiliki kucing yang panjang umur dan bisa menjadi rekan hidup dalam jangka waktu yang lama bukan?

Baca juga:

Harga Kucing Abyssinian

Kucing Abyssinian adalah salah satu kucing termahal di dunia. Jika sobat ingin mengadopsi kucing ini akan membutuhkan biaya yang sangat tinggi.

Sebagai informasi, harga kucing Abyssinian murni saat ini berkisar antara Rp. 17.000.000 hingga Rp. 32.000.000. Harga tersebut tergantung kualitas, usia dan kondisinya serta masih belum termasuk seperti biaya impor.

Sangat penting untuk mengadopsi kucing yang sehat. Beberapa sertifikat kesehatan atau keterangan bahwa kucing yang diadopsi tidak memiliki masalah kesehatan serius sangat dibutuhkan. Dan pastikan memilih breeder atau cattery yang memiliki sertifikasi resmi.

Serta pastikan kucing yang dibeli juga mendapatkan sertifikat atau Ped (Pedigree) yang diterbitkan oleh organisasi kucing.

Kurang lebih 20 tahun berkutat dengan dunia kucing. Mengabdikan sebagian hidupnya melayani 5 ekor kucing peliharaan. Senang mempelajari perilaku kucing dan membagikan pengetahuan tentang kucing dengan para pecinta kucing.

Tinggalkan komentar