Anak Kucing Mencret? Begini Cara Mengobatinya

Posted on

Salah satu masalah kesehatan yang kerap menyerang kucing adalah mencret atau diare. Banyak sekali pemicu kucing mengalami mencret seperti adanya gangguan Bakteri dan hal lainnya. Banyak masalah yang akan terjadi ketika kucing mencret seperti contohnya kucing akan mengalami gangguan pencernaan, tubuh lemas dan semacamnya. Daya tahan tubuh anak kucing lebih lemah daripada kucing dewasa. Dan ketika anak kucing mencret, banyak hal berbahaya yang bisa saja terjadi pada anak kucing tersebut.

Mencret akut pada anak kucing bisa menyebabkan kondisi kesehatan lain yang parah. Penanganan yang tidak tepat dan lambat bahkan bisa menyebabkan kematian. Terutama bagi anak kucing yang tidak memiliki induk yang merawat mereka. Oleh karena itu kali ini saya akan membagikan beberapa tips dan panduan cara mengobati anak kucing mencret. Beberapa perawatan dan penanganan yang akan saya bagikan disini adalah berdasarkan pengalaman pribadi, rekomendasi dokter hewan dan juga informasi dari sesama pecinta kucing.

Mengobati Anak Kucing Mencret

1. Royal Canin Gastro Intestinal
Royal Canin Gastro Intestinal adalah makanan khusus bagi kucing dan anak kucing yang sedang mengalami gangguan pencernaan ringan dan akut. Jika anak kucing yang masih kecil dan masih menyusu ke induknya serta masih belum bisa makan sendiri, sobat bisa memberikan Royal Canin Gastro Intestinal kepada induknya. Kandungannya akan tercampur ke air susu induknya. Berikan secukupnya hingga anak kucing berhenti mencret. Jika anak kucing sudah bisa makan sendiri maka tidak masalah langsung saja berikan makanan kepada anak kucing yang mengalami mencret.

anak kucing mencret
Royal Canin Gastro Intestinal untuk anak kucing mencret

2. Tempe Kukus
Jika anak kucing sudah bisa makan sendiri, sobat bisa memberikan tempe kukus secara rutin kepada anak kucing yang sedang mencret. Tempe kukus bisa dicampur di dalam makanan utamanya. Memberikan tempe kukus secara rutin (namun tidak berlebihan) terbukti sangat bagus untuk menjaga pencernaan kucing.

3. Norit
Norit sangat bagus untuk mengobati kucing mencret atau diare. Dosis pemberiannya adalah cukup 1 butir untuk kitten dibawah 1 KG. Karena bentuknya tablet, ada baiknya sobat menggerus hingga cukup lembut dan mencampurkan Norit di dalam makanan. Atau sobat bisa menggunakan alat pelontar obat khusus kucing.

Mengobati anak kucing mencret dengan norit
Mengobati anak kucing mencret dengan norit

4. VCO
Selain bermanfaat untuk mengatasi kucing jamuran, VCO juga bisa membantu mengatasi kucing yang sedang mengalami diare atau mencret. Caranya yaitu dengan meminumkan VCO langsung kepada kucing. Caranya dengan menggunakan spet atau suntikan tanpa jarum. Jika kesulitan menggunakan spet, VCO bisa dicampur dengan makanannya.

5. Lacto B
Lacto B adalah obat mencret untuk anak namun aman diberikan kepada anak kucing yang sedang mengalami masalah diare atau mencret. Bentuknya cair sehingga mudah untuk diberikan kepada anak kucing.

6. Diagit
Dosis pemberian Diagit untuk kitten dibawah 1 KG adalah 1/4 tablet. Bisa langsung atau gerus hingga cukup lembut dan campur dengan makanan atau air. Berikan dua kali sehari dengan batas maksimal hingga tiga hari jika belum sembuh segera hentikan penggunaanya.

Obat Kucing Mencret
Diagit Tablet bisa untuk mengobati mencret pada kucing

7. Entrostop
Entrostop sudah sangat dikenal sebagai obat diare bagi manusia. Entrostop juga aman diberikan kepada kucing yang mengalami masalah diare. Dosis pemberian Entrostop untuk anak kucing dengan bobot maksimal 1 KG adalah seperempat tablet. Berikan dua kali sehari dengan batas maksimal hingga tiga hari jika belum sembuh segera hentikan penggunaanya. Atau jika kesulitan dengan Entrostop yang tablet, sobat bisa menggantinya dengan Entrostop anak yang berbentuk cair.

8. Obat Cacing
Jika sudah diberi obat mencret namun masih belum ada perkembangan signifikan, apakah kucing sudah pernah diberi obat cacing? Jika belum, maka segera beri obat cacing kepada anak kucing tersebut. Untuk merk obat cacing yang bisa diberikan adalah Drontal. 1 tablet Drontal diperuntukkan bagi kucing dengan berat badan maksimal 4 KG. Jika berat badan anak kucing adalah 1 KG, maka cukup berikan 1/4 tablet saja. Dan jika bobot kucing terlalu ringan atau kurus (dengan asumsi berbobot 400-700 gram), maka berikan 1/8 dari ukurannya.

Drontal obat cacingan untuk kucing
Drontal obat cacingan untuk kucing

Untuk mencegah anak kucing mengalami mencret, ada beberapa hal yang perlu sobat perhatikan:

  1. Berikan air minum yang matang atau air minum galon. Jangan berikan air minum mentah.
  2. Berikan obat cacing rutin setiap 3 bulan.
  3. Faktor makanan bisa membuat kucing mencret. Jangan sering mengganti merk makanan dry food/makanan keringnya. Dan jangan terlalu sering memberikan makanan basah/wet food kemasan.
  4. Jangan mengkandangkan kucing dalam waktu lama. Sesekali berilah waktu mereka berada diluar kandangnya. Bersihkan kandangnya hingga bersih dan semprot dengan Desinfektan.
  5. Jemur kucing di matahari pagi secara rutin.
  6. Berikan tempe kukus secara rutin untuk mencegah kucing mengalami gangguan pencernaan.
  7. Jangan memberikan makanan mentah kepada kucing. Contohnya seperti daging mentah atau ikan mentah. Pastikan makanan selalu dimasak dengan cara dikukus hingga benar-benar matang. Hindari menggoreng makanan untuk kucing karena gorengan akan membuat bulu kucing mudah rontok.

Baca juga: Kucing Mencret Terus Menerus? Ini Cara Mengobatinya

*Langkah terakhir jika kucing mengalami diare atau mencret parah lebih dari tiga hari, ada baiknya sobat segera membawa kucing menemui dokter hewan agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Dengan membaca panduan diatas, semoga sobat bisa memahami dan bisa mengambil tindakan untuk mengatasi anak kucing mencret. Seperti sudah disebutkan diatas, anak kucing memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah jika dibandingkan dengan kucing dewasa. Mencret terus menerus bisa mengancam nyawa anak kucing. Penanganan cepat dan tepat diharapkan mampu memberikan pertolongan terbaik bagi anak kucing kesayangan kita.

Catatan: Artikel ini hanya untuk informasi. Kunjungi dokter hewan untuk nasihat dan perawatan medis (Kucingmania.net).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *